MAKASSAR, BKM–Partai Golkar Sulawesi Selatan dipastikan menunda pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) yang sedianya dijadwalkan April mendatang.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, Dr Taufan Pawe (TP), menetapkan agenda Musda diundur hingga Agustus 2025.
“Musda Golkar (Sulsel) idealnya pada Agustus 2025,” ungkap TP, Minggu (12/1).
Penundaan ini sontak menuai berbagai reaksi dari internal Golkar Sulsel. Isu evaluasi kepemimpinan sebelumnya mencuat semakin menguat.
Di tengah sorotan, TP tidak menampik bahwa dinamika internal terjadi di tubuh partai saat ini merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari, terlebih menjadi bagian dari proses alamiah dalam organisasi politik.
Anggota DPR RI itu bahkan memberikan ruang selebar-lebarnya bagi kader ingin mencalonkan diri.
“Kalau ada yang punya keinginan untuk maju (Musda Golkar Sulsel, silahkan), biarlah terproses dengan sendirinya,”pinta TP.
TP bahkan menegaskan sikap normatifnya dalam menghadapi dinamika jelang Musda Golkar Sulsel.
Ia menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan ketua kepada pemilik suara, yakni DPD II Golkar di 24 kabupaten/kota.
“Saya adalah orang yang normatif. Nanti kita lihat keadaan. Semua itu kan ditentukan oleh pemilik suara. Jadi, kembali kepada pemilik suara, tanyakan saja kepada mereka,” tandas TP yang pernah tercatat sebagai wali kota Parepare dua periode ini.
Terkait molornya jadwal Musda, ketua harian DPD I Golkar Sulsel HA Kadir Halid mengaku belum mengetahui apakah sudah ada jadwal Musda yang diturunkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Saya belum tahu ini, apakah sudah ada jadwal dari DPP,”ujar Kadir Halid, Senin (13/1).
Wakil sekretaris Golkar Sulsel Muzayyin Arif tidak sependapat bila disebut Musda molor. Muzayyin Arif beralasan jika Musda terpilihnya TP selaku ketua yakni pada Agustus 2020.
Selain itu, TP baru menerima SK tertulis bernomor 378/DPP/Golkar/XI/2020 secara legitimasi di Jakarta pada Senin (23/11/2020) yang diserahkan Sekjen Golkar Lodewijk Frederich. (jun/rif)
12 Kader Layak Untuk Bersaing
JELANG Pelaksanaan musyawarah daerah (Musda), Partai Golkar Sulawesi selatan, sedikitnya ada 12 nama kader yang dinilai layak ikut bertarung.
Pertama, Wali Kota Makasar terpilih Munafri Arifuddin alias Appi. Appi juga merupakan Ketua DPD II Golkar Makassar.
Kedua, bupati Barru terpilih Andi Ina Kartika Sari. Andi Ina juga pernah tercatat sebagai Ketua DPRD Sulsel ini masih menjabat sebagai bendahara DPD I Golkar Sulsel.
Ketiga, ketua harian Golkar Sulsel yang juga Ketua Komisi D DPRD Sulsel HA Kadir Halid.
Keempat, bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. Adnan juga pernah penjabat Plt Ketua DPD II Golkar Gowa.
Kelima, bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani. Indah Putri juga masih menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Luwu Utara.
Keenam, Ketua Golkar Bone Andi Fahsar M Padjalangi. Andi Fahsar juga tercatat sebagai bupati Bone dua peridoe.
Ketujuh, Ketua Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak. Andi Kaswadi juga tercatat sebagai Bupati Soppeng dua periode.
Kedelapan, Ketua Golkar Selayar M Basli Ali. Basli Ali juga tercatat sebagai bupati Selayar dua periode.
Kesembilan, Ketua Golkar Jeneponto Iksan Iskandar. Iksan Iskandar juga telah memimpin Jeneponto selama sepuluh tahun.
Kesepuluh, mantan bupati Pangkep dua periode Syamsuddin A Hamid. Syamsuddin Hamid juga pernah tercatat sebagai Ketua DPD II Golkar Pangkep dan kandidat ketua Golkar Sulsel.
Kesebelas yakni mantan wali Kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin (IAS). IAS juga pernah menjabat Ketua Golkar Makassar dan Plt ketua Golkar Sulsel.
Kedua belas, yakni mantan wali kota Parepare dua periode Taufan Pawe (TP) selaku petahana.
Musda akan memilih Ketua DPD I Golkar Sulsel yang baru atau mempertahankan posisi TP selaku Ketua Golkar Sulsel. (jun/rif)

