MAKASSAR, BKM — Sempat mendapat angin segar akan dilanjutkan, kini rencana pembangunan Stadion Sudiang berada di ujung tanduk. Proyek ini terancam tertunda, sebab anggaran yang telah disiapkan sebesar Rp700 miliar untuk pembangunan stadion di atas lahan 20 hektare disebutkan akan dialihkan oleh pemerintah pusat untuk program swasembada pangan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi (Kadispora) Sulawesi Selatan Suherman pun angkat bicara terkait hal itu. Ia tetap berharap pembangunan Stadion Sudiang bisa tetap terwujud. ”Tentu kita berharap dana untuk pembangunan stadion tetap teralokasi,” ujarnya, Senin (20/1).
Ia menyampaikan, saat ini pihaknya terus melengkapi dokumen untuk pembangunan stadion tersebut.
Koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah pusat. Tinggal menunggu detail engineering design (DED).
“Insyaallah tinggal menunggu DED. Kalau sudah ada DED-nya, saya coba lagi ke Jakarta untuk melakukan komunikasi lebih intensif untuk percepatan pembangunan,” terangnya.
Suherman menambahkan, anggaran untuk Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Amdal), Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), dan fleksibilitas stadion telah disiapkan.
Nilainya masing-masing kurang lebih Rp1 miliar.
“Sudah kita alokasikan dananya, Amdal dan Andalalin kurang lebih Rp1 miliar, fleksibilitas stadion Rp1 miliar juga, ada dalam anggaran DPA (dokumen perencanaan anggaran) Dispora. Jadi tidak ada masalah untuk pembangunan stadion untuk sementara ini,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat sudah memberikan petunjuk bahwa saat DED sudah bisa diambil, maka peletakan batu pertama pembangunan Stadion Sudiang bisa segera dilakukan. Untuk target groundbreaking, Suherman menyebut hal tersebut bergantung pada dana APBN.
Namun, pihaknya ingin proyek ini segera dimulai.
“Tergantung dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kalau misalnya bisa cepat Alhamdulillah. Makanya kami tidak mau berlama-lama lagi. Kami akan desak terus, kami akan ke Jakarta untuk komunikasi intensif dengan Kementerian PU,” terangnya.
“Doakan semoga bisa berjalan, karena sampai sekarang ini tidak ada hambatan apapun. Semua proses administrasinya berjalan dengan baik,” ucapnya.
Beberapa waktu lalu saat kunjungannya meninjau renovasi Stadion BJ Habibie Parepare, Komisi V DPR RI mengungkap pembangunan Stadion Sudiang dianggarkan sekitar Rp700 miliar di APBN 2025. Pihaknya memastikan akan mengawal pembangunan stadion tersebut.
“Anggarannya kurang lebih Rp700 miliar. Saya saya dengar kapasitasnya kurang lebih 20.000. Sudah ada kapasitasnya, sudah ada rencana anggarannya,” kata anggota Komisi V DPR RI Teguh Iswara Suardi saat meninjau renovasi Stadion BJ Habibie Parepare, Rabu (15/1) lalu.
Teguh menganggap anggaran itu seharusnya sudah cukup sebagai tahap awal. Namun pihaknya belum mengetahui kapan renovasi Stadion Sudiang memasuki tahap lelang.
“Kami belum bisa menjawab kepastiannya, tapi akan diupayakan secepat mungkin,” tegasnya.
Legislator Fraksi Nasdem tersebut memastikan akan mendorong percepatan proyek Stadion Sudiang Makassar. Dokumen administrasi pembangunannya tengah disiapkan.
“Kami dengar memang rencana akan tetap berjalan tahun ini, tapi tentu ada beberapa proses administrasi yang harus dilakukan terlebih dahulu,” ucap Teguh.
Kepala BPPW Sulsel Kusworo Darpito menjelaskan bahwa proyek Stadion Sudiang masih perencanaan. Pihaknya belum mendapat informasi lebih lanjut terkait progresnya di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU)
“Anggarannya masih proses perencanaan. Di kisaran Rp700 miliar. Pasnya kita masih belum pernah disampaikan,” kata Kusworo.
Diketahui, Stadion Sudiang Makassar merupakan proyek kolaborasi lintas instansi. Kemen PU akan mengalokasikan anggaran untuk konstruksi fisik stadion.
Pemprov Sulsel menyiapkan lahan pembangunannya di kawasan GOR Sudiang. Sementara Pemkot Makassar akan membangun akses jalan menuju stadion itu nantinya. (jun)
