DI awal tahun 2025 ini, tentu sebagai masyarakat kita harus senantiasa bersikap kritis dan objektif dalam melihat serta menilai sebuah kebijakan dan demi arah bangsa yang semakin baik ke depannya. Kita mesti senantiasa mengawal dan mengawasi program pemerintahan yang baru demi mewujudkan cita-cita menuju Indonesia emas.
Dalam mengawal pemerintahan yang baru tentunya memerlukan perhatian dan aspirasi dari semua kalangan masyarakat, khususnya mahasiswa. Dalam filosofinya tugas mahasiswa bukan sekadar belajar di dalam kelas untuk membuat makalah lalu presentasi.
Tugas seorang mahasiswa juga mencakup aspek sosial dan moralitas, seperti beberapa tanggung jawab untuk mengawal roda pemerintahan yang berjalan. Karena itu seorang mahasiswa harus menjadi agen perubahan di masyarakat. Perubahan itu tercipta dari output belajar yang menghasilkan berbagai inovasi untuk perubahan yang lebih baik.
Tugas dan fungsi mahasiswa sudah tercantum dalam Tri Dharma Perguran Tinggi. Di dalamnya mengandung nilai-nilai yang harus senantiasa melekat pada mahasiswa, yaitu mahasiswa sebagai agen yang melakukan kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian di masyarakat. Ketiga dharma tersebut merupakan pijakan untuk membentuk mahasiswa ideal.
Mahasiswa ideal adalah individu yang mempunyai sikap humanis, inovatif dan kritis. Maka dengan tanggung jawab tersebut seorang mahasiswa harus senantiasa kritis dan objektif terhadap program pemerintah agar arah bangsa menjadi semakin baik.
Dalam mengawal roda pemerintahan mahasiswa harus open minded agar dapat menerima seluruh informasi baik itu kritik, saran atau masukan dari orang lain dengan tetap memikirkannya secara rasional. Memiliki pemikiran yang terbuka berfungsi untuk mendapatkan lebih banyak ilmu agar lebih produktif dalam menilai wacana dan opini baru yang obyektif, serta dapat diterima semua orang.
Selain itu, proses diskusi juga menjadi sangat penting lantaran berdiskusi merupakan proses dalam bertukar pikiran secara konstruktif dan produktif untuk menambah wawasan individu yang melakukannya. Diskusi memicu terjadinya transfer informasi.
Dalam proses diskusi, sikap kritis kita akan terlatih dengan terus menelaah argument diskusi. Semakin kita sering berdiskusi, semakin banyak pula mendapatkan ilmu-ilmu baru dari apa yang disampaikan oleh rekan-rekan diskusi kita.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki pemuda-pemuda yang memiliki keinginan dalam membangun dan berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita menuju arah yang semakin baik. Oleh sebab itu kita harus secara aktif dalam memberikan ide dan gagasan menuju Indonesia Emas 2045. (yus)
