GOWA, BKM — Hari masih pagi, Selasa (21/1). Jarum jam menunjukkan pukul 06.00 Wita. Warga Desa Panakukkang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa geger dua dusun. Sesosok mayat perempuan ditemukan dalam keadaan tak bernyawa terbenam di dalam sawah yang baru saja ditanami padi, di dekat talud jalan tani yang menghubungkan Dusun Parang Malengu dengan Dusun Bontocinde, Desa Panakukkang.
Belakangan diketahui, gadis malang itu bernama Indah Putri Nurcahyani. Lahir di Labbakkang, 9 Juni 2008. Beralamat di Maradekaya, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.
Saat ditemukan, gadis berparas cantik dengan kulit putih cerah itu dalam posisi terbaring menyamping sedikit telungkup. Bagian kepalanya tertutupi mantel plastik warna biru. Korban juga mengenakan baju hitam dan celana hitam selutut, serta mengenakan jaket warna biru toska.
Dari pengamatan di tempat kejadian peristiwa (TKP) di celana hitam yang dikenakan korban tampak lubang-lubang yang memperlihatkan kulit pahanya. Sementara di atas badan jalan tani terlihat sepeda motor Beat Street warna hitam nomor polisi DD 6227 NS. Motor yang diduga milik korban itu dengan posisi rebah.
Kapolsek Pallangga AKP Firman yang dikonfirmasi terkait penemuan mayat di tengah sawah ini, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari Bhabinkamtibmas setempat pada pukul 06.00 Wita. Selanjutnya tim piket Polsek datang ke lokasi dan mengamankan TKP. ”Kami kemudian menghubungi Forensik dan Inafis untuk selanjutnya melakukan olah TKP,” terangnya.
Menurut AKP Firman, pihaknya belum bisa memastikan apakah mayat tersebut korban pembunuhan atau karena hal lain. Polisi masih menunggu hasil olah TKP tim Forensik dan Inafis.
“Untuk sementara kami belum tahu (penyebab kematian korban). Kami masih menunggu hasil autopsi untuk menentukan apakah korban meninggal akibat lakalantas atau ada penyebab lain. Soal luka-luka jika terlihat dari luar, ada luka. Tapi kami belum bisa menentukan itu luka karena jatuh atau karena penyebab lain. Korban adalah perempuan. Kami mengamankan satu unit kendaraan roda dua dan sendal yang diduga milik korban. Setelah diperiksa tim Forensik dan Inafis, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi,” jelas Kapolsek. (sar)
