Site icon Berita Kota Makassar

Ketua Fraksi PDIP Makassar Dukung Program MBG

MAKASSAR, BKM–Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, memberikan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, guna meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.
Andi Suhada yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Makassar, menyatakan bahwa meskipun program MBG saat ini masih dalam tahap uji coba, ia optimistis pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik jika dilakukan secara terkoordinasi.

“Program ini sangat bermanfaat dan kami mendukung penuh agar dapat terlaksana dengan sukses. Harapannya, uji coba ini berjalan lancar sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas,”ujar Andi Suhada, Kamis (23/1).

Ia juga menyoroti tujuan utama program ini, yakni untuk mengurangi angka kekurangan gizi dan meningkatkan kesehatan serta kecerdasan generasi muda melalui asupan makanan bergizi sejak dini. Menurutnya, kualitas dan kuantitas makanan yang diberikan dalam program ini harus menjadi perhatian utama, terutama dengan anggaran Rp10 ribu per porsi.
“Anggaran Rp10 ribu per porsi ini cukup, asalkan kualitas dan nilai gizi makanan tetap terjaga. Yang penting, komposisinya seimbang dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Jangan sampai ada pengurangan kualitas maupun kuantitas,”tegasnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Makassar ini berharap bahwa program ini dapat berkontribusi signifikan dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan DPRD Makassar, dinilai sangat penting untuk memastikan keberhasilan program ini.

Dengan pelaksanaan yang baik dan pengawasan ketat, program MBG diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di Makassar. Program ini juga diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia.(ita/rif)

Exit mobile version