GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menegaskan, proses perencanaan daerah Kabupaten Gowa pada tahun 2026 mendatang akan difokuskan pada tiga hal penting.
Ketiga hal penting itu, yakni pertumbuhan ekonomi, peningkatan Indeks Modal Manusia (IMM), dan penurunan tingkat kemiskinan. Ketiga hal ini merupakan target prioritas nasional yang wajib didukung di tingkat daerah baik provinsi maupun kabupaten kota.
Hal tersebut ditegaskan Adnan melalui sambutan tertulisnya disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Mahmuddin saat mewakili bupati Gowa membuka Musrenbang Kecamatan Pattallassang di aula kantor camat Pattallassang, Rabu (22/1).
Mahmuddin mengatakan, Musrenbang ini dilakukan untuk menyusun rencana kerja Pemerintah Kabupaten Gowa tahun anggaran 2026. Menurut Bupati Gowa seperti disampaikan Mahmuddin bahwa kehadiran masyarakat perwakilan stakeholder di Musrenbang di Pattallassang menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap pembangunan daerah.
”Karena itu, bapak bupati Gowa mengajak masyarakat agar memanfaatkan kesempatan memberikan kontribusi terbaik. Sehingga rencana pembangunan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat,” kata Kadis Koperasi UKM Gowa.
Kadis Koperasi mengatakan, mengingat tantangan pembangunan yang semakin kompleks maka partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci lahirnya perencanaan pembangunan yang berkualitas.
Dikatakan, salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas perencanaan yaitu sejauh mana proses penyusunan perencanaan tersebut telah memenuhi prinsip partisipasi, transparansi dan akuntabel. Oleh karena itu, Musrenbang kecamatan ini berperan penting dalam mewujudkan perencanaan yang berkualitas.
”Tiga fokus perencanaan di tahun 2026. Yakni pertumbuhan ekonomi, peningkatan indeks modal manusia dan penurunan tingkat kemiskinan. Proses perencanaannya mulai dari usulan di tingkat desa kelurahan hingga tingkat kecamatan dan harus tetap memperhatikan pencapaian prioritas nasional yang disinkronkan dengan prioritas pembangunan provinsi dan kabupaten. Apabila usulan dari kecamatan selaras dengan prioritas nasional, provinsi dan kabupaten maka usulan tersebut telah memenuhi salah satu kriteria utama dalam penentuan prioritas yang akan diakomodir dalam APBD 2026,” jelasnya.
Disebutkan Mahmuddin, bupati Gowa menyadari masih banyak usulan dan aspirasi dari masyarakat yang belum terakomodir. Hal ini dikarenakan beberapa faktor terutama karena anggaran yang terbatas.
”Namun menurut bapak Bupati bahwa harus kita pahami bersama penentuan program dan kegiatan yang terakomodir di masing-masing kecamatan ditentukan dari usulan yang dianggap paling strategis serta sejalan dengan visi misi pembangunan daerah. Setiap usulan masyarakat sangat dihargai untuk itu proses penentuan prioritasnya dilaksanakan melalui voting oleh berbagai unsur yang ada di kecamatan dan pemerintah kabupaten akan menyaring kembali semua usulan berdasarkan prioritas masing-masing kecamatan dengan menyesuaikan pada kemampuan anggaran dan hasil sinkronisasi terhadap program provinsi maupun nasional, jelas Mahmuddin.
Disampaikan bupati Gowa, dari 3.000-an jumlah usulan yang diterima setiap tahun anggaran yang tersedia, pemerintah kabupaten hanya mampu mengakomodir sekitar 20 persen atau 600-an usulan saja.
Sehingga di tahun terakhir masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Abdul Rauf Malaganni, bupati Gowa dua periode ini, ingin betul-betul memastikan bahwa perencanaan pembangunan di Gowa tetap berjalan efektif dan efisien.
Kadis memastikan, saat menyerahkan tongkat estafet kepemimpinannya nanti, pembangunan keberlanjutan tetap akan berjalan tanpa mengabaikan setiap usulan masyarakat yang ada pada sistem aplikasi SIPD. (sar)

