Site icon Berita Kota Makassar

Hilda Sophia Putri Jurusan Hubungan Internasional Universitas Fajar | Atasi Kemiskinan

DI tahun 2025 Indonesia masih saja mengalami berbagai masalah. Salah satunya adalah kemiskinan yang tak kunjung bisa diatasi. Persoalan ini masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar. Walaupun pemerintah telah berupaya keras untuk mengatasinya, angka kemiskinan masih terbilang cukup tinggi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2024, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebesar 25,22 juta orang.

Tentu hal tersebut menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan belum maksimal.
Kemiskinan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya.

Masyarakat miskin seringkali kesulitan mengakses pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang memadai, dan peluang kerja yang baik.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Program-program pengentasan kemiskinan harus lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan sektor UMKM, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak.
Bantuan seperti beasiswa untuk para pelajar, dan sembako untuk keluarga kurang mampu tentu harus diawasi dengan ketat oleh pihak terkait agar bantuan tersebut tepat sasaran dan bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Untuk mengatasi masalah kemiskinan, diperlukan pendekatan yang komprehensif. Selain program pemerintah, peran masyarakat, swasta, dan akademisi sangat
dibutuhkan.

Di lain sisi, dari angka-angka statistik, terdapat jutaan orang Indonesia yang hidup dalam kesulitan ekonomi. Mereka kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.

Untuk itu saya harap pemerintah harus fokus pada pengembangan, yaitu pengembangan sumber daya manusia, peningkatan produktivitas, dan diversifikasi ekonomi adalah kunci untuk mengurangi angka kemiskinan. (jar)

Exit mobile version