MAKASSAR, BKM–Dua kantor camat, yakni Mariso dan Ujung Tanah bakal dibangun tahun ini. Berkonsep green building atau ramah lingkungan, dua kantor Camat tersebut akan menggunakan panel surya sebagai sumber listrik yang utama agar bisa menekan biaya operasional.
Kepala Bidang Prasarana dan Bangunan Pemerintah Dinas PU Makassar, Hajar Aswad menjelaskan setiap kantor bakal dibangun dengan anggaran Rp6 miliar.
“Jadi kami siapkan sekitar Rp12 miliar untuk pembangunan dua kantor Camat tersebut,” ujar Hajar Aswad.
Bangunan tiga lantai ini dirancang fungsional. Lantai pertama akan difokuskan untuk pelayanan masyarakat, lantai kedua sebagai ruang kerja camat dan staf, sedangkan lantai ketiga berupa aula serbaguna.
“Harapannya kalau ada pertemuan-pertemuan tidak ke hotel lagi,” harap Hajar.
Tak hanya itu, Pemkot Makassar juga akan membangun tujuh kantor lurah baru. Delapan kantor tersebut yakni Lurah Ende, Buakana, Kunjungmae, Ujung Pandang Baru, Lurah Cambaya , Lurah Bontoala Tua, dan Kantor lurah berua.
Pembangunan ini menjadi prioritas mengingat sejumlah kantor lurah saat ini masih ngontrak dan sudah tidak layak huni. Kantor lurah akan mengadopsi desain unik bernuansa lokal, yakni berbentuk seperti songko patonro, topi tradisional khas Bugis-Makassar.
Bangunan ini juga dikonsep ramah lingkungan dengan menggunakan solar panel. Anggaran pembangunan kantor lurah ini bervariasi, bergantung pada luas lahan, mulai dari Rp1 miliar hingga Rp2 miliar per kantor.
“Ada beberapa kantor yang pindah lokasi karena tidak punya lahan selama ini. Sehingga akan memanfaatkan fasum fasos. Saat ini, semua proyek masih menunggu DPA untuk masuk ke tahap tender, sementara perencanaannya sudah rampung,” tambah Hajar Aswad.
Pembangunan kantor-kantor ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Akan tetapi juga menjadi simbol inovasi dan perhatian pemerintah dalam mengembangkan fasilitas publik yang berdaya guna dan bernilai estetika.
Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi berharap pembangunan kantornya sudah bisa dilaksanakan. Lantaran, sudah sejak 2022 dianggarkan, tetapi tidak jadi.
“Muda-mudahan sudah bisa terlaksana karena sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2025, tetapi menurut PU gagal tender,” ungkapnya.
Dia sangat berharap karena kantor ini sudah tidak layik. Sudah banyak atap yang bocor dan rapuh, sehingga sudah tidak nyaman lagi untuk pelayanan masyarakat.
“Karena ini kantor sejak 71 (1971). Selama ini direhab seadanya. Kalau ada bocor misalnya cuma itu yang diperbaiki. Belum pernah direhap total,” ungkapnya.
Camat Mariso, Aswin Kartapati Harun juga berharap tahun ini pembangunan kantor camat Mariso dapat terealisasi. Lantaran, kantor ini juga sudah beberapa kali dianggarkan namun tidak terealisasi.
“Kalau ini masalahnya tanah yang belum ada sertifikat. Tapi insyaallah bulan 2 (Februari) Dinas Pertanahan sudah bisa menyelesaikan,” katanya. (rhm)
