MAKASSAR, BKM–Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan berencana menggelar musyawarah wilayah (Muswil) VI antara Maret – April mendatang.
Meski ada rencana, namun soal tanggal dan bulan pelaksanaan, masih menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN. “Untuk Muswil kita tunggu arahan DPP. Mungkin setelah pelantikan penguris DPP PAN, baru akan dilaksanakan Muswil dan setelah itu Musda-musda di seluruh kabupaten dan kota,”ujar Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel Andi Muhammad Irfan AB, Kamis (30/1)
Menurut Irfan AB, untuk calon ketua posisi Ashabul Kahfi masih sangat kuat. “Apalagi dengan jabatan sebagai Anggota DPR RI dua periode tentu masih menjadi pertimbangan kuat dari DPP. Tergantung Pak Kahfi, jika beliau masih bersedia tentu DPP akan mempertimbangkan. Jika beliau tidak bersedia lagi tentu ada beberapa figur yang bisa ditunjuk oleh DPP, ada Pak Jamaluddin Jafar yang saat ini menjabat sekretaris DPW PAN Sulsel, ada dua bupati dan wakil terpilih PAN seperti Husnia Talenrang dan Chaidir Syam, Edy Manaf, ada Ketua Fraksi Harapan DPRD Provinsi Sulsel A. Muh. Irfan AB, ada pengurus DPW PAN Sulsel Dr Usman Lonta dan Syamsuddin Karlos, Yusran Paris. Ada dua lagi Anggota DPR RI Andi Yuliani Paris dan Muslimin Bando,”ujar Irfan AB.
Namun untuk saat ini semua tergantung Ashabul Kahfi karena masih diberi kepercayaan DPP.
Apalagi, pada Pilkada 27 November 2024 lalu, usungan PAN menang di delapan daerah, sembilan dengan Pilgub Sulsel. Tiga diantaranya merupakan kader PAN. “Iya usungan PAN menang di delapan daerah di Sulsel,”ujar Irfan AB.
Kedelapan daerah itu, kader PAN Chaidir Syam-Muetazim di Maros, kader Husniah Talenrang-Darmawangsyah Muin di Gowa, Firdaus Manye-Hengky Yasin di Takalar, Natsir Ali-Mukhtar di Selayar, Andi Muktar Ali Yusuf-kader PAN HA Edy Manaf di Bulukumba, Andi Asman Sulaiman-Andi Akmal Pasluddin di Bone, Syaharuddin Alrif-Nurkanaah di Sidrap dan Dedy Palimpomng-Andrew Branch Silambi di Toraja Utara.
Soal kesiapan Ashabul Kahfi kembali maju di Muswil belum ada sikap resmi. Kader Muhammadiyah itu menegaskan, semua kader memiliki hak yang sama untuk maju mencalonkan diri.
Kendati demikian, Kahfi masih menunggu arahan dari Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), untuk kepastian keputusan tersebut. Soal maju atau tidak, kader Muhammadiyah itu masih pertimbangkan untuk kembali memimpin PAN Sulsel.
Jika maju, ini merupakan kali kelima maju Muswil PAN Sulsel.
Oleh karena itu, Kahfi memastikan bahwa proses regenerasi dalam partai tetap terbuka.
“Semua kader diberi ruang (maju mencalonkan diri jadi Ketua DPW PAN Sulsel),” ujar Ashabul Kahfi, Rabu (29/1).
Baginya, Muswil ini bagian dari dinamika demokrasi dalam partai berlambang matahari terbit.
Sejumlah nama kader mulai disebut-sebut sebagai kandidat potensial untuk bersaing di Muswil PAN Sulsel. (jun/rif)
