GOWA, BKM — Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Mahmuddin, mengarahkan insan perkoperasian di Kabupaten Gowa untuk bisa mengembangkan usaha koperasi dengan berbagai teknik dan strategi yang baik.
Salah satu cara mengembangkan koperasi, kata Mahmuddin, adalah satu koperasi harus mampu melakukan diversifikasi usaha agar ragam bisnis dijalankan semakin luas. Sehingga pendapatan koperasi pun semakin bertambah.
”Ada tiga poin strategi yang harus dilakukan sebuah koperasi dalam peningkatan usahanya. Yakni harus melakukan diversifikasi usaha, harus punya inovasi yang berbasis teknologi. Sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan memperluas akses pasar atau koperasi itu perlu transformasi digital lebih modern dan mudah dijangkau,” kata Mahmuddin saat hadir dalam RAT (rapat anggota tahunan) yang digelar KPRI Somba Opu dan Koperasi Simpati SMPN 3 Romang Polong, Kecamatan Somba Opu pada Rabu (29/1).
Lanjut Mahmuddin mengatakan, koperasi itu harus menjamin kemitraan strategis dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas usahanya.
Dijelaskan Mahmuddin, RAT sebagai forum tertinggi dalam pengambilan keputusan hendaknya dilaksanakan secara demokratis, transparan dan akuntabel. Juga memperhatikan partisipasi dan aspirasi para anggotanya.
Para pengurus, pengawas dan anggota harus berkolaborasi dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam memajukan koperasi untuk lebih berkembang dan memiliki daya saing.
Saat berada di hadapan pengurus dan anggota KPRI Somba Opu, Kadis Koperasi dan UKM Gowa berharap KPRI Somba Opu terus menunjukkan eksistensinya mengembangkan usaha agar omzet KPRI Somba Opu terus meningkat.
Mahmuddin pun salut dengan KPRI Somba Opu yang diketuai Abbas Alauddin juga Ketua Dekopinda Gowa. Pasalnya, KPRI Somba Opu hingga tahun buku 2024, mampu membagikan SHU kepada 89 anggotanya dengan total Rp100.932.572. SHU tahun buku 2024 ini meningkat hampir 50 persen dari SHU tahun buku 2023 yang hanya Rp46.087.100.
Seperti dikatakan Ketua KPRI Somba Opu, Abbas Alauddin, kini KPRI Somba Opu per 31 Desember 2024 total kewajiban dan kekayaannya telah mencapai Rp685.278.490 terdiri dari kas sebesar Rp17.318.458 sedangkan di bank sebesar Rp8.463.032.
”KPRI Somba Opu memang harus tampil terbaik karena sebagai salah satu koperasi primer yang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan baik dilihat dari segi jumlah anggota maupun dari segi permodalan Oleh karena itu RAT ini harus melahirkan keputusan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan usaha KPRI. Jumlah anggota terus meningkat. Pada 2023 sebanyak 149 anggota dan tahun 2024 meningkat menjadi 178 anggota,” kata Abbas yang juga mantan wakil bupati Gowa era kepemimpinan Ichsan Yasin Limpo.
Dikatakan Abbas, KPRI Somba Opu ini terbilang eksis. Sebagai gambaran kemajuan di bidang administrasi, hampir semua kegiatan administrasi baik administrasi umum maupun administrasi keuangan atau pembukuan dikelola secara komputerisasi.
Sementara itu, pada RAT Koperasi Simpati SMPN 3 Romang Polong yang bertempat di ruang guru membagikan SHU sebesar Rp43.980.172 kepada kurang lebih 80 anggotanya.
Ketua Koperasi Simpati ini berjalan baik dan dinilai sehat di bawah pengelolaan pengurus yang diketuai Syarifuddin dan Kasmawati sebagai sekretaris. Hadir dalam RAT itu, Kepala SMPN 3 Romang Polong Fajar Ma’ruf selaku pembina Koperasi Simpati. (sar)

