MAKASSAR, BKM — Kepala Pelaksana Badan Pemanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin mengingatkan warga untuk senantiasa waspada banjir dan angin kencang hingga tiga hari ke depan. Imbauan itu disampaikan menyusul adanya peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Makassar.
Dia melanjutkan, sejauh ini pihaknya sudah mempersiapkan dan menyiagakan seluruh personelnya.
Sesuai protap, pemantauan dan monitoring terus dilakukan, khususnya di titik-titik rawan banjir.
“Dan sesuai monitoring, khususnya di wilayah potensi rawan banjir, kondisinya masih aman,” ungkap Achmad Hendra saat dihubungi Minggu (9/2).
Bukan hanya wilayah rawan banjir, pihaknya juga melakukan monitoring dan mewaspadai terjadinya angin puting beliung. Apalagi, beberapa hari lalu beberapa wilayah terjadi angin puting beliung.
“Seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Sampai saat ini teman kita di posko masih melakukan assement dampak angin kencang,” tambahnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca beberapa waktu ke depan. Akan terjadi hujan dengan kapasitas sedang, lebat, hingga lebat sekali, sehingga masyarakat di titik rawan banjir diminta untuk waspada. Bukan hanya di Makassar, tetapi di wilayah-wilayah sekitar kita,” ujar mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Makassar.
Bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, lanjut Achmad Hendra, BMKG juga telah mengeluarkan informasi untuk tidak pergi melaut pada waktu tertentu. “Khususnya pada tanggal 8 hingga 12 di pukul 15.00-22.00 Wita. Jadi ada beberapa atensi tanggal dan waktu agar nelayan tidak melakukan kegiatan di laut,” imbuhnya.
Termasuk peringatan bagi masyarakat yang ingin berwisata ke daerah pantai, sebaiknya dibatalkan dulu hingga menunggu kondisi cuaca membaik.
Sementara itu, Kepala Bidang RTH Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Taufiq Djabbar menerangkan, akibat angin kencang yang melanda Kota Makassar Minggu kemarin, pohon tumbang terjadi di delapan titik. Diantaranya Jalan Meranti, Pannampu, Lamadukelleng, Bontolempangan, Ratulangi, Opu Dg Risaju, Ahmad Yani, dan Jalan Villa Mutiara Biru.
Dia mengatakan, seluruh pohon tumbang sudah ditangani Dinas Lingkungan Hidup. “Kita sudah tangani. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun harta benda dan kendaraan,” bebernya.
Hendra pun mengingatkan warga untuk senantiasa waspada jika lewat di bawah pohon lebat, khususnya yang sudah tua dan rawan tumbang. “Jika menemukan ada pohon rawan tumbang, sebaiknya langsung dilaporkan ke DLH atau melalui call Centre 112 untuk segera ditangani,” tandas Djabbar.
Trans Sulawesi di Barru Terendam
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Barru, Minggu siang (9/2) menyebabkan banjir di ruas jalan trans Sulawesi, tepatnya di Kampung Bungi, Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Imbasnya, kemacetan kendaraan di jalan poros tak terhindarkan. Karena satu jalur dari arah utara Barru tidak bisa dilalui kendaraan akibat kondisi genangan aìr sudah setinggi lutut orang dewasa.
Banjir menggenangi juga permukiman warga di Desa Lalabata. Genangan air tidak hanya di Kecamatan Tanete Rilau. Kepala Desa Lompo Tengah, Arif Pabiseang juga melaporkan bahwa jalan poros Pekkae-Buludua di Desa Lompo Tengah sudah tergenang banjir.
Jalan poros Barru-Soppeng di Dusun Lisu sepi dari kendaraan yang melewati akses tersebut. Beberapa pengendara motor yang nekat terpaksa turun mendorong kendaraannya karena mogok akibat banjir.
Air di jalan poros dan beberapa perkampungan di Desa Lompo Tengah sudah setinggi lutut orang dewasa. “Kami mengimbau kepada warga Desa Lompo Tengah dan para pengendara di jalan poros Pekkae-Buludua, khususnya di Kampung Lisu agar berhati-hati dan waspada dengan tingginya curah hujan saat ini,” ujar Arif.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Barru Muhaimin yang dihubungi terpisah, membenarkan ada dua kecamatan yang terendam banjir akibat curah hujan tinggi. Meski dirinya sedang berada diluar kota, tetapi Muhaimin menerima informasi warga bahwa terjadi banjir dengan situasi ketinggian air yang mulai mengkhawatirkan dan perlu diwaspadai.
“Banjir sudah melanda Kampung Bungi di Desa Lalabata Kecamatan Tanete Rilau. Kemudian Kampung Ralla, Kelurahan Lompo Riaja dan Dusun Lisu di Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja,” ujar Muhaimin. (udi-rhm/c)
