Site icon Berita Kota Makassar

Nirum Alfina Pramaswari, Fakultas Seni dan Desain, Prodi Desain Komunikasi Visual, Universitas Negeri Makassar

Saya merasa rencana pemberian izin tambang ke perguruan tinggi menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran. Memang, kalau dikelola dengan baik, ini bisa jadi sumber dana tambahan buat kampus untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan fasilitas. Tapi di sisi lain, ada risiko besar, seperti dampak buruk bagi lingkungan, benturan kepentingan, dan perguruan tinggi jadi lebih fokus ke bisnis daripada pendidikan dan penelitian.

Beberapa kampus, seperti UII dan UAJY, menolak wacana ini karena merasa pertambangan bukanlah tugas utama perguruan tinggi. Sementara itu, kampus lain seperti Unair dan UNY setuju, asalkan ada aturan yang jelas. Yang bikin khawatir, kalau kampus mulai mengurus tambang, mereka bisa kehilangan peran utamanya sebagai tempat belajar dan malah lebih sibuk mengejar keuntungan.

Menurut saya, lebih baik kampus tetap fokus jadi pusat riset dan inovasi dalam bidang pertambangan, misalnya dengan menciptakan teknologi tambang yang ramah lingkungan atau meneliti dampak tambang terhadap masyarakat dan alam. Kalau kampus ikut-ikutan bisnis tambang, takutnya mereka malah lupa tujuan utamanya: mencetak generasi unggul dan berkontribusi pada ilmu pengetahuan.

Exit mobile version