Site icon Berita Kota Makassar

Sempat Tertutup Longsor, Akses di Tinggimocong Kembali Normal

GOWA, BKM — Tiga titik terjadinya longsor di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, kini telah normal kembali. Material longsoran yang sempat menutup akses jalan di wilayah pegunungan tersebut sudah berhasil disingkirkan.

Aktivitas pembersihan material longsor yang sedianya dilakukan sejak Selasa sebelumnya terkendala cuaca, sehingga alat berat yang ditunggu yang dikirim dari kota Sungguminasa oleh Dinas PUPR belum tiba.

Namun, pengangkatan seluruh material pada tiga titik longsor Tinggimoncong di Batulapisi dan dua titik lagi di wilayah Patte’ne, sudah tuntas dilakukan.

Kapolsek Tinggimoncong Iptu Anwar yang dikonfirmasi, mengaku proses evakuasi dan pembukaan akses jalan sempat terkendala oleh hujan yang terus mengguyur deras.

“Upaya awal kita lakukan membuka akses jalan secara manual dengan melibatkan masyarakat, personel TNI, Polri dan aparat pemerintah setempat. Akhirnya, pada hari ini (kemarin) sudah tuntas setelah ada bantuan alat berat,” jelas Iptu Anwar, Rabu (12/2).

Jalur yang tertutup longsor ini merupakan akses yang menghubungkan antardesa di kawasan tersebut. Setelah dilakukan evakuasi material, kendaraan sudah bisa melintas dengan lancar. Hanya saja, masih butuh kehati-hatian sebab
risiko longsor susulan masih tinggi.

Kapolsek mengimbau warga yang berada di daerah rawan longsor untuk sementara mengungsi ke rumah keluarga atupun tetangga yang lebih aman.

“Di sekitar situ ada rumah namun tidak terkena longsor. Tapi kami imbau untuk mengungsi dulu, berhubung cuaca belum bagus. Ada beberapa rumah di sekitaran itu agar penghuninya mengungsi ke keluarganya atau tetangga,” terangnya.

Terpisah, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Gowa Abdul Rauf Malaganni Karaeng Kio meminta seluruh relawan baik di kabupaten, kecamatan hingga kelurahan dan desa untuk selalu siap siaga.

“Saya sudah instruksikan kepada seluruh pengurus PMI, anggota markas dan semua relawan, termasuk anggota Sibat yang ada di seluruh kecamatan, kelurahan dan desa untuk siaga penuh di posko masing-masing. Semua harus segera turun ke lokasi bencana untuk membantu masyarakat yang terkena banjir dan longsor, ” kata Karaeng Kio, sapaan akrab Wabup Gowa ini saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (12/2).

Karaeng Kio juga meminta seluruh relawan berada di garda terdepan memberikan penyelamatan ataupun saat mengevakuasi korban longsor.

“Saya juga meminta para relawan membantu mengingatkan masyarakat yang bermukim di lereng-lereng gunung agar selalu waspada. Jika perlu mencari tempat yang lebih aman untuk sementara dalam kondisi cuaca ekstrem saat ini. Semoga cuaca ekstrem segera berlalu,” imbuhnya.

Satu Tewas Tertimpa Pohon

Peristiwa angin kencang menyertai hujan deras pada Selasa (11/2) mengakibatkan satu pohon besar di poros Pallangga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, tumbang melintang di jalan raya.

Kejadian ini mengakibatkan kemacetan panjang.
Selain itu, ada dua sepeda motor menjadi korban yang dikendarai lima orang.

Satu diantaranya tewas di tempat, satunya lagi menderita luka-luka karena tertimpa dahan dan ranting. Sementara korban lainnya selamat. Korban luka langsung dievakuasi ke Puskesmas Pallangga, sedangkan yang meninggal langsung dievakuasi dan diserahkan ke keluarganya, setelah pihak kepolisian dari Satlantas Polres Gowa melakukan olah TKP.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Gowa Iptu Hamsal mengatakan pohon tumbang ini melintang sehingga menutupi ruas jalan.

Dalam proses evakuasi korban, jajaran kepolisian dibantu sejumlah petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa yang langsung membersihkan batang pohon tumbang itu dari jalan raya. Personel Satlantas pun mengurai kemacetan yang sempat berlangsung hingga beberapa jam.

”Pada saat pohon tumbang ada korban yang tertimpa dan sudah dibawa ke puskesmas untuk perawatan medis,” kata Iptu Hamsal.

Salah satu dari lima korban, yakni Hasmirawati mengaku dirinya kaget tetiba pohon jatuh tepat saat dirinya yang membonceng dua anaknya dan seorang lagi ponakannya. Mereka berempat sempat terjatuh, namun selamat.

“Saya bonceng anakku dua orang. Yang satu ini keponakan saya. Kami sempat jatuh tapi Alhamdulillah anak-anak tidak apa-apaji. Cuman yang satu ponakan yang SMP ini ada pembengkakan di bagian kepalanya karena kena ranting pohon saat jatuh,” ungkap Hasmirawati. (sar)
(sar)

Exit mobile version