Site icon Berita Kota Makassar

Berdayakan Napi Perempuan Melalui Terapi Menulis

PEMBERDAYAAN perempuan menjadi hal yang penting untuk dilakukan, lantaran dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, keadilan sosial, dan kesetaraan gender. Pemberdayaan perempuan juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

HAL itu disadari sepenuhnya oleh Astriyanti, founder Komunitas Sahabat Menulis Bahagia dan Yayasan Perempuan Inspirasi Indonesia. Hadir menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, ia menekankan tentang pentingnya pemberdayaan perempuan dalam proses pengembangan diri untuk meningkatkan kualitas hidup.

Astri, begitu sapaan akrabnya, berprofesi sebagai guru yang mengajar di SMK Darussalam Kota Makassar. Sederet prestasi telah diraihnya dalam bidang menulis. Hal itu tidak terlepas dari kegemarannya dalam menulis diary sejak duduk di bangku SMA.
Terdapat kisah mengharukan dari ketertarikan Astri dalam menulis sebuah diary. Ia mengisahkan, kala dirinya masih berusia tujuh tahun, sang ayah berpulang. Ditinggal sosok ayah sedari kecil membuatnya kerap kali melihat perjuangan ibu dan pamannya dalam membiayai kebutuhan keluarga, baik untuk sehari-hari maupun dalam pendidikan.
“Saya SMA dasarnya memang suka menulis diary. Apalagi saya ditinggal oleh ayah sejak umur 7 tahun. Jadi saya melihat perjuangan ibu dan paman untuk membiayai kami,” tuturnya.

Astri yang merupakan bungus dari dua bersaudara ini memiliki motivasi tinggi dalam meraih prestasi. Hal itu didasarkan pada perjuangan ibu dan pamannya, yang kemudian membuatnya berpikir untuk tidak menjadi anak yang biasa-biasa saja. Ia berkeinginan untuk senantiasa mengukir prestasi guna membanggakan keluarga.
Sadar memiliki minat yang besar dalam dunia tulis menulis, mendorong Astri untuk bergabung ke dalam berbagai organisasi untuk mengembangkan minat yang dimilikinya.

Kegemarannya dalam menulis membuatnya mendalami ilmu bahasa.
Astri sudah menghasilkan karya tulis ilmiah sejak di bangku SMA dibawah bimbingan guru agama yang menjadi inspirator baginya. “Di SMA saya sudah buat karya tulis ilmiah, karena merasa cocok di bidang bahasa. Pak Alimuddin, guru Agama saya yang jadi inspirator,” terangnya.
Ia lalu berbagai tips dalam belajar. Astri mengaku memiliki kebiasaan membaca khususnya, pada kisah perjalanan orang-orang sukses yang dapat menjadi inspirasi. Salah satu kisah yang sangat menginspirasi baginya adalah cerita perjalanan sukses Presiden Ketiga RI BJ Habibie, yang memiliki perjalanan dan pengalaman yang luar biasa.
Dari berbagai kisah yang ia baca, membuat Atsri berkesimpulan jika orang sukses memiliki waktu tidur yang sedikit, sebab memiliki intensitas kesibukan yang padat.

Menurutnya, kiat menuju kesuksesan memerlukan proses belajar yang intens, baik secara akademik maupun secara aspek sosial.
Dikatakannya, proses belajar melalui aspek sosial tak kalah penting dari segi akademik. Sebab menurutnya, belajar merupakan kondisi sosial yang dapat membantu kecerdasan emosional seseorang. “Kecerdasan intelektual itu penting, tapi kecerdasan emosional jauh lebih penting,” tandasnya.
Memiliki minat belajar yang kuat, membuat Astri berinisiatif mendirikan Komunitas Sahabat Menulis Bahagia.

Ia terinspirasi dari kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional.
Dalam kegiatan tersebut Astri melakukan terapi melalui metode tulis menulis guna mengatasi trauma psikologis terhadap narapidana wanita. Dalam proses terapinya itu, Astri memiliki tiga metode yakni menulis cerita pribadi, menulis cerpen, hingga membuat puisi.
Dari situ ia kemudian berpikir untuk menjangkau semua perempuan, sehingga berdirilah Yayasan Perempuan Inspirasi Indonesia. “Yayasan ini dari tahun 2024 dan menggandeng Komunitas Sahabat Menulis Bahagia sebagai bagian dari programnya,” ungkapnya.

Astri menambahkan, latar belakang dari didirikannya yayasan ini sebagai bentuk kepekaan terhadap kondisi sosial saat ini yang kerap kali menjadikan perempuan sebagai objek atau sasaran. Seperti isu broken home dan perselingkuhan yang seringkali menjadikan perempuan sebagai korban. “Yayasan ini juga sebagai wadah untuk berkembang dan berkarya,” ucapnya.

Dalam merealisasikan program kerjanya, Yayasan Perempuan Inspirasi Indonesia sudah melakukan berbagai kegiatan. Seperti penyaluran bantuan berbagai bahan kebutuhan pokok saat bulan Ramadan di tahun lalu. Untuk saat ini, yayasan tengah fokus dalam mengurus legalitas badan hukum di notaris.
Astri yang gemar melakukan kegiatan sosial mengungkapkan kisah menyentuh saat melakukan aktivitas pemberdayaan bagi para narapidana perempuan. Ketika itu Astri mengarahkan mereka membuat buku yang diberi judul Suara Perempuan di Balik Jeruji.
Buku yang dihasilkan itu kemudian dijual dan hasil penjualannya diberikan kepada para warga binaan tersebut.

Dalam proses penjualan buku itu pula, Astri mendapatkan respons positif dari banyak orang. Termasuk orang-orang di rutan, hingga dosen-dosennya. “Hampir semuanya beli, saking terinspirasinya,” terangnya.
Bagi Astri, buku tersebut hadir untuk mengubah paradigma masyarakat bahwa status narapidana tidak secara serta-merta menjadi seseorang menjadi jahat.

Dengan berbagai hasil dan prestasi yang diraihnya, Astri mengaku seringkali menghadapi berbagai tantangan, seperti stigma dan anggapa orang lain. Dirinya sering disebut terlalu ambisius. Anggapan itu sempat membuatnya merasa sangat letih. Namun, Astri kemudian menganggap bahwa dalam proses menuju impian seseorang tidak boleh menyerah dan kalah oleh ucapan orang lain.
“Saya sempat tidak main sosmed selama tiga bulan saking traumanya. Tapi sekarang sudah anggap biasa,” tandasnya.

Astri merupakan penyandang gelar Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Makassar. Perjuangannya dalam menempuh pendidikan, Astri kerap mendapatkan tantangan yang mesti dihadapi.
Ia mengungkapkan, saat melakukan tes untuk program beasiswa LPDP dirinya tidak lulus. Tidak menyerah, Astri kemudian mengikuti program BPI dan dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa.
Karena itu, Astri memberikan motivasi untuk tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. Sebab dirinya percaya bahwa Tuhan akan selalu bersama hamba-nya yang selalu berusaha.
“Jangan pernah berpikir bahwa kita terbatas. Karena selama kita masih hidup, maka Allah akan membantu hambanya yang selalu berusaha,” tutupnya. (yus)

Exit mobile version