MAKASSAR, BKM — Kemendagri sudah menetapkan jadwal pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah pada hari Kamis, 20 Februari 2025. Lewat radiogram yang dikirim ke seluruh gubernur wakil gubernur, bupati wakil bupati dan wali kota wakil wali kota terpilih, Kemendagri telah mengatur jadwal registrasi, check kesehatan, pengambilan undangan dan tanda pangkat dalam rangka pelantikan berdasarkan radiogram Kemendagri nomor 100.2.1.3/644/SJ, Minggu (16/2).
Kepala daerah dan wakil kepala daerah didampingi suami atau istri masing-masing. Selain itu, turut didampingi oleh ketua DPRD masing-masing.
Setelah mengikuti pelantikan 20 Februari, agenda wajib berikutnya adalah orientasi kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Lewat surat edaran nomor 200.5/628/SJ tentang orientasi kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel terpilih Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati) akan mengikuti retreat di Magelang usai dilantik. Begitu juga 22 kepala daerah se-Sulsel yang ikut pelantikan.
Di sela-sela jadwal tersebut, ASS disebutkan akan mengumpulkan kepala daerah terpilih di Jakarta. Informasi ini disampaikan Plt Kepala Biro Pemerintahan Sulsel Rahman Syahid.
“Iya (pertemuan dengan) gubernur terpilih ada. Saya kurang tahu namanya arahan atau apa. Setelah pelantikan ada pertemuan,” kata Rahman, Senin (17/2).
Nantinya, para kepala daerah ini akan mengikuti retreat di Magelang selama tujuh hari. Jelang agenda tersebut, Pj Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry mengaku pembekalan ini sangat penting bagi kepala daerah.
“Ini sebenarnya bagus supaya ada kesepahaman yang sama semua, bupati/wali kota, gubernur punya visi sama untuk membangun negeri ini,” kata Prof Fadjry Djufry di Rujab Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu.
Pembekalan ini nantinya akan diisi dengan ragam materi dan kegiatan. Mulai dari penjelasan tentang visi misi era Prabowo-Gibran, pembekalan strategi program prioritas nasional.
Prof Fadjry menilai para kepala daerah harus mampu menyatukan visi pembangunan. Sehingga tidak ada lagi ego masing-masing yang akhirnya membuat pemerintahan kurang harmonis.
“Tidak ada lagi ego sektoral, kita mau duduk sama-sama. Bupati, wali kota, gubernur harus rukun. Karena kan endingnya untuk rakyat Sulsel,” jelas Prof Fadjry.
Pembekalan akan dilakukan kepada seluruh kepala daerah, baik itu yang menjalani periode kedua maupun kepala daerah baru.
Kolesterol Tinggi
Sebelum tiba hari pelantikan, para kepala daerah terpilih menjalani pemeriksaan kesehatan. Gubernur Sulsel terpilih Andi Sudirman Sulaiman, menghadapi momen yang menggelitik saat menjalani pemeriksaan kesehatan jelang pelantikan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dalam hasil tes kesehatannya, ASS mengakui kolesterolnya sedikit di atas ambang batas normal.
“Kami telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan sebagai tahapan pelantikan dan semua normal-normal aja. Ya, mungkin kolesterol agak tinggi sedikit, mungkin makanannya harus dikontrol. Insyaallah fit mengikuti tahapan selanjutnya,” ujar Andi Sudirman sambil tersenyum saat menyampaikan hasil pemeriksaan kesehatannya, Senin (17/2).
Dengan nada bercanda, ia pun mengatakan, kenikmatan kuliner khas Makassar sebagai ‘tersangka utama’.
“Kan batasnya 200, diperiksa 212 kayaknya, ada sedikit, mungkin habis makan konro dan coto makassar,” lanjutnya.
Meski demikian, kondisi tersebut tak mengurangi semangat Andi Sudirman. Ia pun menegaskan kesiapannya mengikuti rangkaian retreat atau orientasi kepemimpinan kepala daerah terpilih yang akan digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada 21-28 Februari 2025.
“Tapi yang paling penting bahwa kami ikuti semua. Ya, biasa kami ada program di Sulsel. Sulsel Anti Mager (Malas Gerak), jadi jalan kaki 10.000 langkah setiap hari. Jadi saya rasa Insya Allah siap,” ucapnya optimistis.
Terkait persiapan lainnya, ASS mengaku masih menunggu arahan lebih lanjut, terutama soal barang-barang yang boleh dan tidak boleh dibawa selama pelatihan. Namun, ia memastikan bahwa alat komunikasi seperti handphone masih diizinkan, meskipun penggunaannya akan dibatasi saat sesi pembelajaran berlangsung.
“Handphone boleh, tapi kan nanti ada jam-jam pelajaran yang nggak boleh,” tambahnya.
Sebagai informasi, retret kepemimpinan kepala daerah ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama akan diikuti sebanyak 505 kepala daerah, yang baru saja dilantik pada 20 Februari 2025 di Jakarta. Sementara gelombang kedua akan menunggu putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada 2024.
Santai Periksa Kesehatan
Pasangan cabup dan cawabup Barru terpilih Andi Ina Kartika Sari-Abustan melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan yang berlangsung di Gedung F Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Senin, (17/2). Andi Ina yang pernah tercatat sebagai ketua DPRD Sulsel ini, ada beberapa rangkaian pemeriksaan kesehatan yang meliputi serangkaian tes medis seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
“Alhamdulillah, terkait pemeriksaan kesehatan ini merupakan rangkaian pelantikan sesuai dengan jadwal sekaitan pelantikan tanggal 20 Februari yang sudah kami jalani semua,” ujar Andi Ina, kemarin.
Politisi Partai Golkar ini bersama Abustan menegaskan bahwa setelah melakukan rangkaian hasilnya semua baik. “Kita sudah menjalani semua dan Alhamdulillah sehat siap untuk dilantik. Doakan semua dilancarkan,” pungkasnya.
Selain Andi Ina-Abustan, pasangan cabup dan cawabup Gowa terpilih Husniah Talenrang-Darmawangsyah Muin juga telah menjalani tes kesehatan. Husniah Talenrang yang merupakan politisi PAN dan Darmawangsyah Muin dari Gerindra mengaku sangat santai menjalani semua tahapan yang ada.
Politisi Partai Nasdem selaku calon bupati Sidrap terpilih H Syaharuddin Alrif bersama calon wakil bupati terpilih Nur Kanaah juga menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan pelantikan dan orientasi kepala daerah. Syahar menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari prosedur resmi sebelum pelantikan.
“Kami mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan, termasuk pemeriksaan kesehatan ini, sebagai bentuk kesiapan kami dalam menjalankan amanah yang diberikan masyarakat Sidrap,” ujar Syahar yang pernah tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, Senin (17/2).
Selain persiapan pelantikan, mereka juga akan mengikuti orientasi kepala daerah di Magelang, yang bertujuan untuk memperkuat wawasan dan strategi dalam menjalankan pemerintahan daerah. Dengan langkah ini, pasangan Syaharuddin Alrif dan Nur Kanaah berharap dapat segera bekerja mewujudkan visi dan misi mereka dalam membangun Sidrap yang lebih maju dan sejahtera.
Tanda Kepangkatan Gratis
Cabup-cawabup Maros terpilih AS Chaidir Syam-Muetazim Mansyur juga menjalani pemeriksaan kesehatan di Gedung Kemendagri, Jakarta. Keduanya tiba di Kantor Kemendagri sekitar pukul 10.30 WIB. Chaidir dan Muetazim kompak mengenakan kemeja putih dipadukan celana hitam. Mereka juga datang bersama dalam satu kendaraan.
Sebelum masuk ke gedung, Chaidir dan Muetazim menyempatkan diri berfoto bersama dengan jajaran ASN Pemkab Maros yang ikut mendampingi. “Persiapannya cuma istirahat dan tidur cukup. Insyaallah hasilnya bagus,” kata Chaidir sebelum memasuki kantor Kemendagri.
Muetazim pun mengungkapkan hal yang sama. “Sama saja dengan Pak Bupati, istirahat cukup supaya stamina tetap bagus,” ucapnya.
Pemeriksaan kesehatan berlangsung cepat, hanya sekitar 30 menit. Hasilnya pun memuaskan. “Alhamdulillah semua aman. Yang diperiksa itu asam urat, kolesterol, gula darah, dan tensi. Hasilnya bagus semua,” ujar Chaidir yang pernah tercatat sebagai Ketua DPRD Maros.
Usai pemeriksaan kesehatan, Chaidir dan Muetazim dijadwalkan menjalani gladi kotor pelantikan di Istana Negara, Selasa (18/2), disusul gladi bersih pada Rabu (19/2).
Selain menjalani registrasi dan pemeriksaan kesehatan di Gedung Kemendagri, Chaidir dan Muetazim menerima tanda kepangkatan dari Kemendagri. Tanda kepangkatan ini menjadi bagian dari atribut resmi yang akan dikenakan saat pelantikan.
“Tadi kita juga menerima tanda kepangkatan yang akan dipakai di pelantikan. Tanda kepangkatan ini dari Kemendagri supaya seragam yang kita pakai sama dengan kepala daerah lain yang dilantik, dan kita tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis,” ujar Chaidir.
Pemberian tanda kepangkatan ini merupakan bagian dari aturan protokoler Kemendagri yang memastikan seragam para pejabat daerah seragam dan sesuai standar. Selain itu, hal ini juga menjadi simbol kesiapan bagi kepala daerah terpilih untuk segera menjalankan tugas mereka setelah resmi dilantik.
Dalam beberapa waktu terakhir, Chaidir dan Muetazim juga telah melakukan berbagai persiapan, termasuk menyusun program kerja prioritas untuk 100 hari pertama mereka menjabat. Fokus utama pemerintahan mereka nantinya akan mencakup peningkatan layanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Maros.
Masyarakat Maros sendiri menyambut positif kepemimpinan baru ini, dengan harapan agar program-program yang dijanjikan dapat segera direalisasikan untuk kemajuan daerah. Setelah pelantikan, Chaidir dan Muetazim akan langsung kembali ke Maros untuk menggelar syukuran dan menyampaikan pidato kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen mereka dalam memimpin Kabupaten Maros ke arah yang lebih baik. (jun-ady-ari-rif)
