MAKASSAR, BKM — Tenaga kesehatan (nakes) lingkup Pemerintah Kota Makassar belum menerima pembayaran jasa medik selama dua bulan terakhir.
Seorang nakes di salah satu Puskesmas yang enggan disebut namanya mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, pembayaran jasa medis biasanya cair pada akhir Januari atau awal Februari.
“Kami dapat informasi dana sudah ada, tapi kenapa belum juga dibayarkan? Padahal, di tahun-tahun sebelumnya akhir Januari atau awal Februari sudah cair,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin, membenarkan adanya keterlambatan. Ia menjelaskan bahwa pencairan tidak bisa langsung dilakukan meskipun dana telah tersedia di kas daerah.
Menurutnya, Dinkes masih menunggu Surat Keputusan (SK) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dari Wali Kota Makassar sebelum bisa mencairkan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kami belum bisa membayarkan jasa medis karena masih menunggu SK BLUD yang sedang dalam proses tanda tangan. Proses ini juga harus melalui pendampingan dari BPKP, jadi tidak bisa dipercepat begitu saja,” kata Nursaidah, Selasa (18/2).
Selain itu, 28 puskesmas yang baru berstatus BLUD masih menunggu hasil review sisa lebih penghitungan anggaran (Silpa) JKN dari Inspektorat.
“Hari ini SK-nya sudah dalam proses di Wali Kota. Tapi meskipun sudah selesai di sana, kami masih harus menunggu hasil review dari Inspektorat. Tidak bisa terburu-buru, karena kami harus memastikan jumlah yang dibayarkan sesuai,” jelasnya.
Nursaidah meminta para nakes untuk bersabar dan memastikan bahwa pembayaran akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Dalam minggu ini atau paling lambat minggu depan jasa medis akan kami bayarkan. Ini hanya masalah waktu. Saya justru kaget karena sebelumnya tidak ada keluhan, tiba-tiba sudah muncul di media,” tandasnya. (rhm)
