JENEPONTO, BKM — Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam Taman Kanak-Kanak (FKG PAI TK) Kabupaten Jeneponto sukses menggelar kegiatan manasik haji cilik.
Kegiatan ini diikuti 2.484 anak-anak usia dini dari TK, RA, dan KB se-Kabupaten Jeneponto. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Passamaturukang dan dibuka secara resmi Penjabat (Pj) Bupati Jeneponto, H Reza Faisal Saleh.
Acara ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pj Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, A Fatimah Tenrilala, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta jajaran Kementerian Agama Jeneponto. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pendidikan agama Islam bagi anak-anak sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Pj bupati Jeneponto menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif FKG PAI TK dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, manasik haji bagi anak-anak merupakan langkah edukatif yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.
”Kegiatan ini bukan sekadar latihan. Tetapi juga membentuk karakter religius anak-anak sejak dini. Dengan memahami rukun Islam kelima, mereka akan lebih mengenal nilai-nilai ibadah dan kebersamaan dalam Islam,” ujar H Reza Faisal Saleh.
Simulasi Ibadah Haji dengan Penuh Antusias
Dalam kegiatan ini, ribuan anak-anak mengenakan pakaian ihram mini dan dipandu para guru untuk mempraktikkan tata cara ibadah haji. Mulai dari niat, tawaf mengelilingi Kakbah, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, melempar jumrah, hingga tahallul.
Dengan bimbingan para guru dan dukungan dari orangtua, anak-anak tampak antusias dan penuh semangat menjalankan setiap rangkaian ibadah yang telah disimulasikan. Suasana khusyu dan gembira tampak menyelimuti kegiatan ini, menciptakan pengalaman berharga bagi peserta dalam mengenal lebih dekat ibadah haji.
Ketua FKG PAI TK Kabupaten Jeneponto, Ramla, menyampaikan, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi agenda tahunan guna memperkenalkan ibadah haji kepada anak-anak sejak dini.
”Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, mulai Senin, 17 Februari hingga 18 Februari 2025 dengan swadaya orangtua murid. Kami berharap anak-anak tidak hanya memahami secara teori. Tetapi juga merasakan pengalaman langsung meskipun dalam bentuk simulasi. Ini akan menjadi bekal bagi mereka di masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, A Fatimah Tenrilala, yang turut hadir dalam acara tersebut juga menyampaikan apresiasi terhadap peran guru dan orangtua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Manasik haji cilik ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama yang dimulai sejak usia dini dapat membentuk karakter anak-anak yang lebih religius dan berakhlak baik. (rls)
