RAUT wajah gembira nampak begitu jelas diperlihatkan oleh pria bernama Bayu Andika Mulawarman. Bagaimana tidak, setelah beberapa tahun menunggu ia akhirnya dinyatakan berhasil lolos Top 28 di ajang Akademi Sahur Indonesia (Aksi), mewakili Sulawesi Selatan.
AKSI merupakan ajang pencarian bakat di bidang dakwah Islam yang digelar setiap tahun oleh salah satu televisi swasta nasional Indosiar. Program ini akan tayang secara langsung selama sebulan penuh di bulan Ramadan dan menampilkan para pendakwah muda berbakat dari seluruh Indonesia.
Untuk tahun ini, Bayu –sapaan akrabnya– berhasil terpilih dan akan bersaing dengan 28 peserta dari berbagai penjuru daerah yang ada di Indonesia.
Pria yang saat ini mengenyam pendidikan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), menceritakan bahwa ia sempat merasa pesimis dan tidak percaya diri untuk mendaftarkan diri. Sebab pada tahun 2023 ia sempat mendaftar, namun sayang ia tidak lolos.
Tapi berkat dorongan dari guru-gurunya semasa di pesantren, ia akhirnya memberanikan diri untuk kembali bertarung.
“Awalnya itu saya pesimis, bahkan tidak ada niatan untuk ikut. Tapi karena guru-guru saya di pesantren mendorong untuk ikut, Alhamdulillah bisa sampai tahap ini,” kata Bayu yang hadir di studio BKM.
Ditanya mengenai apa alasannya mengikuti ajang tersebut, mahasiswa kelahiran Kabupaten Takalar ini mengaku bahwa sejak SMP dan SMA ia sudah berada di lingkungan pesantren. Untuk itu ia pun merasa sangat cocok untuk mengikuti ajang tersebut.
“Saya ikut kegiatan ini karena memang lingkungan saya itu pesantren. Waktu SMP dan SMA saya di pesantren. Di situ kan ditempa dengan ilmu agama. Jadi memang sangat relevan,” bebernya.
Setelah dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya, ia mengaku perasaannya bercampur aduk antara senang, sedih dan takut.
“Tentunya campur aduk, antara senang kemudian ada rasa takut dan sedih. Nah, kalau untuk senangnya yah karena berhasil lolos. Apalagi sampai masuk TV. Kalau untuk sedihnya itu karena sebelumnya pernah mendaftar juga namun belum lolos, padahal waktu itu sangat bersemangat dan berharap,” lanjutnya.
Kendati demikian, keberhasilannya pun tentu tak luput dari pelajaran yang ia dapatkan sebelumnya. Bayu mengaku sebelum kembali mendaftarkan diri ia belajar melalui media sosial untuk mencari tahu apa saja yang perlu dipersiapkan.
“Sebelum daftar lagi saya searching di Youtube terkait bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan agar bisa lolos. Kebetulan saya nonton video salah satu peserta yang sudah lolos di tahun sebelumnya. Nah, di situ saya lihat ternyata itu ada sesi wawancaranya,”pungkasnya.
Saat ini Bayu sudah berada di Jakarta. Ia berangkat pada hari Jumat kemarin untuk mengikuti beberapa rangkaian kegiatan. (jar)
