MAKASSAR, BKM–Kongres VI Partai Demokrat yang berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (24/2) hingga Selasa (25/2) telah menetapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode 2025-2030. Selain itu, Kongres juga menetapkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Majelis Tinggi untuk periode 2025-2030.
Keputusan Kongres diambil setelah seluruh DPD dari 38 Provinsi serta 514 DPC (dari kabupaten/kota) secara bulat meminta keduanya melanjutkan kepemimpinan.
“Semua DPD dan DPC sepakat meminta Mas AHY tetap memimpin partai, serta Pak SBY tetap menjadi Ketua Majelis Tinggi agar menjaga kehormatan Demokrat,”jelas Kettua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe.
Menurut Ulla-panggilan akrab Ni’matullah Erbe, di bawah kepemimpinan AHY dan bimbingan SBY, Partai Demokrat semakin solid dan berkontribusi lebih besar bagi bangsa dan negara.
“Kami optimistis Demokrat akan terus berkembang dan menjadi kekuatan politik yang lebih besar, terutama dalam menghadapi tantangan ke depan,”ucap mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
Kuatnya dukungan ke AHY dan SBY sudah diprediksi, sebab sebelum Kongres digelar sebanyak 38 Ketua DPD telah menyerahkan surat dukungan kepada AHY agar kembali maju sebagai calon ketua umum.
Penyerahan surat dukungan dilakukan dikediaman AHY,di Ciputat, Jakarta Selatan, Minggu (23/2).
Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni’matullah Erbe, mendapat mandat sebagai Juru Bicara untuk 38 DPD dan 514 Ketua DPC Demokrat se-Indonesia.
“Mas AHY memenuhi permintaan seluruh Ketua DPD dan Ketua DPC se-Indonesia untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum. Alhamdulillah, di depan para ketua DPD, Mas AHY telah mengisi formulir pendaftaran,”ujar Ulla.
Menurut Ulla permintaan para pimpinan partai agar AHY kembali memimpin didasarkan pada keberhasilannya dalam menjaga soliditas Demokrat dalam lima tahun terakhir.
AHY dinilai mampu membawa partai berlambang bintang mercy ini melewati berbagai tantangan besar, termasuk upaya kudeta lewat Kongres Luar Biasa (KLB) yang diprakarsai mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Moeldoko.
Selain itu, di tengah pandemi Covid-19, AHY memimpin para kader Demokrat dalam berbagai aksi sosial membantu masyarakat terdampak. Kinerja politiknya juga dinilai solid dalam Pemilu dan Pilpres 2024, di mana Demokrat berhasil menyatukan barisan dan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Capres dan Cawapres.
