KEBIJAKAN penghematan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah saat ini akan sangat berdampak terhadap kondisi mahasiswa secara positif maupun negatif.
Dampak positifnya, pengelolaan dana bisa lebih baik. Dengan begitu, kampus dapat menggunakan anggaran secara lebih bijak, sehingga dana dapat dialokasikan untuk fasilitas yang lebih baik.
Karena anggaran yang terbatas mendorong universitas untuk memprioritaskan program dan kegiatan yang meningkatkan kualitas pendidikan, seperti pengembangan kurikulum dan pelatihan dosen.
Sementara untuk dampak negatif yang bisa saja terjadi yaitu adanya potensi pemotongan anggaran beasiswa seperti KIP-K, yang selama ini sangat membantu mahasiswa dari kalangan ekonomi kurang mampu. Tentu saja kenaikan UKT juga sangat memberatkan bagi kami mahasiswa maupun kaluarga kami.
Untuk itu perlu mempertimbangkan dan memperhatikan efesiensi anggaran, yang mestinya dilakukan secara bijaksana dan transparan. Hal tersebut tentu saja harus melibatkan kami para mahasiswa dalam proses pengambilan keputusan.
Efesiensi anggaran memberikan mahasiswa peluang dan tantangan sebagai konsekwensi dari kebijakan tersebut. Sehingga dibutuhkan kerja sama yang baik dari pemerintah, kampus, dan mahasiswa agar pendidikan tinggi tetap berkualitas dan terjangkau. (mg4)
