SIDRAP, BKM -– Kisruh polemik relokasi pedagang di Pasar Sentral Tradisional Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu Sidrap mengundang perhatian serius dari DPRD Sidrap.
Anggota DPRD Kabupaten Sidrap, Saenal Rosi langsung turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Sentral Lawawoi yang dalam waktu dekat akan kembali beroperasi.
Sidak ini dilakukan pada Selasa (25/2) sebagai respons terhadap keluhan para pedagang yang akan dipindahkan ke lokasi pasar yang baru.
Dalam sidaknya, Saenal mengapresiasi pembangunan pasar yang dilakukan secara swadaya oleh para pedagang.
“Alhamdulillah, setelah kami tinjau langsung, pembangunan pasar telah berjalan dengan baik menggunakan dana swadaya dari para pedagang,” ujarnya.
Dia berharap pasar ini bisa segera ditempati, terutama menjelang bulan Ramadan. Dari hasil peninjauan, terungkap bahwa para pedagang secara mandiri membiayai pembangunan lapak dengan nominal yang telah disepakati berdasarkan hasil analisis konsultan.
Biaya yang ditetapkan untuk pelataran adalah Rp 1,9 juta, los Rp 4 juta, dan gardu Rp 8 juta. Dari total 458 lapak yang dibangun, diperkirakan dana swadaya yang terkumpul mencapai Rp 1,3 miliar. Namun, dalam sidak, Saenal menemui sejumlah pedagang kecil yang kesulitan mendapatkan tempat karena keterbatasan biaya.
Salah seorang pedagang Rosdiana yang hanya berjualan menggunakan gerobak bahkan meneteskan air mata karena tidak mampu membayar tempat di pasar tersebut.
“Mohon dibantu, Pak. Kami hanya ingin mencari nafkah untuk keluarga, tetapi kami tidak punya uang untuk membayar tempat,” ungkap pedagang tersebut dengan mata berkaca-kaca.
Menanggapi hal ini, Saenal berharap pengelola pasar dapat memberikan solusi bagi pedagang kecil agar mereka tetap bisa berjualan tanpa terbebani biaya yang terlalu tinggi. “Harapannya, ada kebijakan yang lebih berpihak kepada pedagang kecil agar mereka tetap memiliki ruang untuk mencari nafkah,” pungkasnya. (ady/C)

