Site icon Berita Kota Makassar

Warga Keluhkan Tempat Sampah Pada Wakil Ketua DPRD

PAREPARE, BKM–Politisi Partai Gerindra selaku Wakil Ketua DPRD Parepare, Yusuf Lapanna turun langsung menemui konstituen untuk melakukan reses di daerah pemilihannya di Kecamatan Bacukiki tepatnya di Lontangnge, Kelurahan Watang Bacukiki untuk menyerap aspirasi warga sekitar.

Diketahui, Yusuf Lapangan merupakan legislator dua periode dan termasuk anggota dewan termudah dimasa periode pertama dari 25 orang anggota DPRD yang ada di Parepare.
Dalam reses itu, terungkap bahwa warga masih mengeluhkan minimnya bak sampah di wilayah mereka.”Warga sampaikan aspirasi minimnya fasilitas bak sampah. Warga terpaksa membuang sampahnya di selokan mengakibatkan saluran air tersumbat,” ujar Yusuf Lapanna.

Dia mengungkapkan minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memicu konflik sosial antar warga.
Ia menyebut bahwa adanya gesekan antara warga yang tinggal di kompleks perumahan dengan warga di luar kompleks akibat persoalan sampah ini.

“Persoalan sampah ini berdampak pada konflik sosial di tengah masyarakat. Warga konflik antara warga perumahan dengan di luar kompleks perumahan,” jelasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Yusuf Lapanna berjanji akan menindaklanjuti aspirasi warga dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik.
Dia pun menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan seperti ini.

Di sisi lain, keluhan serupa disampaikan langsung oleh sejumlah warga setempat. Mereka mengaku terpaksa membuang sampah ke saluran air karena tidak adanya bak penampungan sampah yang disediakan pemerintah.
“Tidak ada tempat sampah yang disiapkan pemerintah. Warga terpaksa membuang sampah ke saluran air,” kata mereka.

Bahkan, warga sudah beberapa kali mengajukan permohonan bak sampah, namun tidak pernah mendapat tanggapan serius oleh instansi terkait.
“Warga sudah usulkan beberapa kali ke dinas terkait untuk fasilitas tempat sampah tapi tidak pernah diperhatikan. Kami harap pemerintah menjadikan atensi keluhan kami,” tegasnya.
Permasalahan sampah di Lontangge menjadi sorotan penting, mengingat dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memicu konflik sosial.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar fasilitas pengelolaan sampah segera dibenahi untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. (mup/rif/d).

Exit mobile version