MAROS, BKM — Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) kembali menggelar kegiatan inklusi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai isu-isu penting di tingkat desa.
Kegiatan kali ini dilaksanakan di Cafe Alfayyad dengan mengundang masyarakat Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Jumat 28 Februari 2024. Sosialisasi inklusi ini mengangkat tema penguatan kelompok konstituen terkait partisipasi politik dan isu perubahan iklim.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih memahami dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Juga pentingnya partisipasi aktif dalam proses politik di tingkat desa. Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Maros, Muhammad Idrus.
”Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat bagaimana caranya mengelola serta mencari jalan keluar terkait permasalahan yang dialami di desa mereka,” ungkap Ismawati selaku Koordinator Program Inklusi Yayasan BaKTI Kabupaten Maros.
Salah satu fokus utama dalam materi yang disampaikan adalah pengelolaan anggaran dana desa. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai 7 fokus utama pengelolaan dana desa, yaitu penguatan desa yang adaptif terhadap perubahan iklim, bantuan langsung tunai desa, peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan, ketahanan pangan, pengembangan potensi keunggulan desa, desa digital, dan padat karya tunai.
Melalui pemahaman ini, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam perencanaan dan pengawasan penggunaan dana desa, sehingga dana tersebut dapat digunakan secara efektif untuk mengatasi isu-isu prioritas di desa.
”Selain itu, sosialisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat masyarakat mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, serta bagaimana mereka dapat berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan di tingkat desa,” lanjutnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan aparat Desa Damai. Mereka mengapresiasi upaya Yayasan BaKTI dan Dinas PMD Maros dalam meningkatkan kapasitas kelompok konstituen.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Damai dapat lebih berdaya dan aktif berpartisipasi dalam pembangunan desa. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. (ari/c)
