Site icon Berita Kota Makassar

Faizah Alisha Durrani Ilmu Komunikasi FISIP UPN Veteran Jakarta

DALAM 100 hari masa kepemimpinan Presiden Prabowo, beliau mengeluarkan kebijakan untuk efisiensi anggaran, yang menurut saya hal itu adalah langkah besar.
Sebenarnya, dalam sudut pandang saya sebagai generasi Z, efisiensi anggaran merupakan hal yang wajar, mengingat utang negara yang “diwariskan” oleh pemerintahan sebelumnya dan juga ada program kerja makan bergizi gratis (MBG) yang memerlukan anggaran besar. Namun, yang jadi masalah adalah efisiensi anggaran yang tidak tepat, karena cenderung menyusahkan rakyat.
Hal ini dapat dilihat dari pemangkasan anggaran pendidikan, kesehatan masyarakat tidak menjadi prioritas, namun tunjangan untuk pejabat pemerintahan tetap sangat tinggi.

Lalu, saya sangat sadar makanan bergizi memang penting untuk tumbuh kembang anak-anak. Namun, apakah dana untuk program kerja ini benar-benar sampai ke anak-anak secara utuh?
Lalu, kalau output program ini bagus, tentunya ngga akan ada masalah. Namun, yang terjadi saat ini adalah kebalikannya. Makanan bergizi gratis yang dijanjikan terlihat tidak bergizi. Apalagi belum lama ini ada berita tentang makanan yang tidak fresh serta terdapat belatung.
Ada banyak anak-anak yang juga mulai memberikan pendapat mereka yang tidak ingin makan bergizi gratis, tapi lebih ingin pendidikan gratis.
Selain itu, ada juga keputusan untuk investasi 20 miliar dolar AS ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagara Nusantara atau disingkat BPI Danantara yang disampaikan Pak Prabowo dalam pidatonya. Oke, saya paham, dengan adanya lembaga itu, beliau ingin negara Indonesia lebih dikenal di luar negeri. Terus, investasi ini memang bisa menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi. Namun, jujur aja kita sebagai rakyat udah sering melihat badan-badan pemerintahan yang tidak transparan, sehingga disalahgunakan dan hanya menguntungan segelintir orang saja. Tidak ada jaminan juga kalau dana ini dikelola dengan baik. Jadi, wajar saja kalau kami skeptis.
Kalau mau, ya lakukan transparansi tanpa takut. Jelaskan apa itu Danantara dengan sedetil-detilnya. Jelaskan apa yang harus kami tahu.

Sebagai generasi yang tumbuh di era digital dan mulai memasuki dunia kerja, aku cuma berharap agar kebijakan-kebijakan yang ada sekarang ngga cuma jadi sekadar janji politik dan untuk keuntungan segelintir orang saja, namun bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat dalam jangka panjang.
Karena itu, sebelum pemerintah bekerja sama dengan rakyat untuk membangun Indonesia yang cerah, saya tetap akan kritis karena masa depan bangsa ada di tangan kita bersama. Pemerintah harusnya bergandengan dengan rakyat, bukan malah membungkam rakyat yang menyuarakan hak-haknya. (mg4)

Exit mobile version