Site icon Berita Kota Makassar

Pembangunan Stadion Mulai Dibahas

MAKASSAR, BKM — Pembangunan stadion menjadi salah satu program yang diprioritaskan untuk segera direalisasikan oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham. Hampir di setiap kesempatan bertemu dengan warga, Munafri yang akrab disapa Appi selalu ditanya kapan pembangunan stadion.

Termasuk saat meninjau Pasar Pa’baeng-baeng pada Sabtu (1/3) pekan lalu. Bukannya curhat soal harga kebutuhan pokok yang merangkak naik di awal Ramadan, pertanyaan kapan bangun stadion sudah menjadi pertanyaan wajib untuk Appi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda menerangkan sejumlah OPD terkait dengan pembangunan stadion bersama tim transisi yang telah dibentuk Appi Aliyah telah menggelar rapat membicarakan persoalan stadion. Rapat digelar Jumat pekan lalu melibatkan Bappeda, Dinas Pertanahan, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Bagian Hukum dan Dinas Penataan Ruang.

Pejabat yang akrab disapa Zul itu, OPD terkait dan tim transisi sudah membahas banyak item mulai dari studi kelayakan atau feasibility study, titik pembangunan, penganggaran, hingga beragam perizinannya. “Kita juga bahas terkait persiapan DED atau desainnya,” ucap Zulkifli.

Ada beberapa opsi lokasi pembangunan stadion. Misalnya di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya. Tanah ini milik Pemkot Makassar.
Dulu di zaman Wali Kota Makassar Danny Pomanto, ia ingin memanfaatkan lahan tersebut sebagai sirkuit balap dan arena olahraga yang disebut Makassar Core City Arena (Macca). Hanya saja, lahan ini masih berupa empang dan rawa-rawa sehingga butuh penimbunan untuk pengerasan lahan.

“Ini aset Pemkot. Luasnya sekitar 22 hektare. Tapi kita butuh penimbunan kalau di sini. Prosesnya cukup panjang, sementara Pak Wali ingin ini segera terealisasi,” jelasnya.
Alternatif kedua, kata Zulkifli, bisa saja Pemkot Makassar membeli lahan baru yang lebih representatif. Selanjutnya, bangunan mangkrak di Stadion Barombong juga masuk dalam pembicaraan rapat.
Hanya saja, butuh koordinasi yang lebih kompleks untuk Stadion Barombong karena belum selesai permasalahan antara GMTD dan Pemprov Sulsel. Selain itu, GOR Sudiang juga menjadi salah satu opsi lokasi pembangunan stadion

Lanjut Zulkifli, dari beberapa alternatif tersebut akan dikaji lebih jauh mana yang sesuai untuk menjadi lokasi kandang PSM.
“Sementara dari aset melihat titiknya karena banyak aset kita yang bisa digunakan, tapi ada juga yang bermasalah. Tapi kita lihat dulu apakah masalah itu bisa diselesaikan dalam waktu cepat,” paparnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan pembangunan stadion bagi warga Makassar masuk program prioritas Pemkot Makassar. Bahkan, tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pasangan Mulia (Munafri-Aliyah).
“Insyaallah pembangunan stadion menjadi prioritas kami (Appi-Aliyah), untuk kita hadirkan di Kota Makassar,” tegas Munafri.
Ketua DPD II Golkar Kota Makassar itu menuturkan, tekad menghadirkan stadion adalah bagian dari janji kampanye politik paslon Mulia pada pilkada 2024 lalu. Menurutnya, komitmen memajukan dunia sepakbola di Kota Makassar, Sulsel. Maka perlu pembangunan stadion sebagai markas bagi PSM.

Appi menyebutkan, pembangunan stadion di Kota Makassar bisa saja segera terealisasi asalkan anggarannya sudah tercover. Bahkan, kata dia, tekad menghadirkan stadion bukan hanya omong-omong, tapi sudah saatnya menjadi kenyataan menjawab harapan dan aspirasi masyarakat umum di Kota Daeng.
“Walaupun kita tahu bahwa membangun stadion itu bukan satu atau dua hari. Harus dimulai dengan perencanaan yang baik, segala macam perizinan legalitas administrasi harus siap, termasuk penyediaan lahan,” terang mantan bos PSM itu.
Munafri menambahkan, pembangunan stadion di kawasan Sudiang dan Barombong nampaknya tidak akan mulus. Ia tidak masuk pada persoalan tersebut. Apalagi pembebasan lahan merupakan salah satu kendala utama.

Ia membeberkan masih banyak lahan kosong bisa dijadikan lokasi stadion. Oleh sebab itu, butuh kerja sama Pemprov Sulsel serta pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) Republik Indonesia (RI).
“Dan tentu, kita akan libatkan semua pihak. Sehingga hal ini bisa secepatnya terwujud, dan pecinta sepak bola di Makassar kembali menyaksikan kembali berbagai macam laga sepak bola di kota kita tercinta,” tutur Appi. (rhm)

Exit mobile version