MAKALE, BKM–Bupati Tana Toraja dr Zadrak Tombeq memuji kepemimpinan bupati sebelumnya yakni Theofilus Allorerung yang piawai dalam mengelola anggaran.
“Kurun waktu diahir masa jabatan utang kami lunasi, bahkan APBD 2024 surplus. Bung Theo memang piawai kelola anggaran, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan,”ujar Zadrak ketika menyampaikan pidati pada rapat Paripurna DPRD Tana Toraja yang dipimpin ketua Kendek Rante, dan Wakil Ketua Leonardus Tallupadang, serta Evivana Rombe Datu mendengarkan pidato perdana Bupati Tana Toraja 2025-2030 dr Zadrak Tombeg, Selasa (4/3).
Paripurna juga dihadiri Wabub Erianto Laso Paundanan, Forkoinda, Ketua TP PKK Dr Erni Yetti Riman, Wakil Ketua TP PKK Linda Siagian dan undangan lainnya.
Menurut dr Zadrak, membangun Tana Toraja merata antar wilayah tugas bersama. Pasca Pilkada kita besama kolaborasi dan bersinergi wujudkan pembangunan semua sektor.
Diakui Zadrak sebelum menjadi bupati dirinya menjabat wakil bupati berpasangan bupati Theofilus Allorerung.
“Meskipun banyak kekurangan dan janji politik belum kami wujudkan tentunya dilatarbelakangi keterbatasan waktu dan anggaran sebab diawal pemerintahan Theo-Zadrak (Theza) dihadapkan pemulihan ekonomi gegara Covid-19, dan utang APBD 114 milyar.
Meski demikian dibalik kekurangan tadi ada juga prestasi dan reword dicapai Theza dari pemerintahan Pusat. Selain WTP pertama, juga BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan pastinya dilanjutkan Zatria. Apalagi sudah 10 warga nikmati telah terima santunan,”jelasnya.
Dan tak kalah menarik tindaklanjuti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kondisi terkini angka stunting dan kemiskinan didaerah kita turun drastis sesuai standar nasional.
Gizi anak harus dijaga wujudkan MBG, demikian pula swasembada pangan, serta Visi-misi Tana Toraja sudah sesuai RPJMD dan sejalan astacita.
Diakui Zadrak tantangan yang dihadapi bersama Wabub Erianto L.Paundanan harus bekerja keras guna meningkatkan PAD karena semua daerah diperhadapkan efisiensi dan penyederhanaan anggaran.
“Saya optimis PAD Tana Toraja lebih meningkat sebab andalan daerah kita yakni tujuan pariwisata, Toraja ecoculture dan adat budaya kita berdiri tegak lurus jadi perekat didasari budaya gotong royong. Pilkada telah selesai kita bersama dan satu adalah Toraya secara bersama membangun kampung halaman “kalau bukan kita siapa lagi kalau bukan sekarang kapan lagi”, pungkas Zadrak (gus/rif/c).

