MAKASSAR, BKM–Partai Golkar Sulawesi Selatan akan segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih ketua baru. Pendaftaran calon ketua dijadwalkan dibuka pada April 2025, sementara Musda direncanakan berlangsung antara Mei atau Juni, usai Idulfitri 1446 H.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Sulsel, La Kama Wiyaka, memastikan pendaftaran baru akan dimulai bulan depan. “Pendaftarannya belum dibuka, nanti di April,” ujarnya, Rabu (5/3).
Menurutnya, Musda Golkar Sulsel masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari DPP Golkar sebelum menetapkan jadwal resmi. Setelah pemilihan ketua tingkat provinsi selesai, proses serupa akan segera dilakukan di tingkat DPD II kabupaten/kota.
Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Maros, Suhartina Bohari, mengungkapkan setidaknya ada empat tokoh yang diprediksi akan meramaikan bursa pemilihan Ketua Golkar Sulsel. Mereka adalah Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Munafri Arifuddin (Appi), Taufan Pawe (TP), dan Andi Ina Kartika Sari.
“Ada beberapa calon telah menjalin komunikasi dengan kami di DPD II Maros,” katanya.
Menurut Suhartina, sejumlah kandidat sudah mulai melakukan pendekatan dan menjalin silaturahmi dengan berbagai pihak.
DPD II Golkar Maros sendiri menyatakan akan mendukung siapa pun yang memiliki komitmen kuat untuk membesarkan partai. “Kami di DPD II Maros mendukung siapa saja yang mampu membawa Golkar lebih solid dan berkembang ke depan,” tegasnya.
Dengan semakin dekatnya jadwal Musda, dinamika politik di internal Golkar Sulsel diprediksi akan semakin menarik.
Partai Golkar Sulsel menghadapi tantangan besar dalam menentukan arah kepemimpinan barunya. Musyawarah Daerah (Musda), yang dijadwalkan berlangsung setelah Idulfitri 1446 H, disebut sebagai momentum strategis untuk membangkitkan kembali dominasi partai di Sulsel.
Pengamat politik dari Unhas Dr. Hasrullah, menilai bahwa Musda ini menjadi momen krusial bagi Golkar untuk merumuskan strategi baru. “Musda nanti menjadi momentum bagi Golkar untuk meramu taktik dan strateginya ke depan,” ujarnya, Rabu (5/3).
Menurut Hasrullah, performa Partai Golkar Sulsel mengalami penurunan signifikan pasca-Pemilu 2024, yang ditandai dengan hilangnya kursi Ketua DPRD Sulsel ke tangan Partai Nasdem. “Ini pertama kalinya dalam sejarah Golkar kehilangan posisi Ketua DPRD Sulsel. Pukulan telak bagi partai yang selama ini mendominasi politik Sulsel,” tambahnya.
Hasrullah menekankan bahwa Golkar Sulsel membutuhkan figur ketua yang tidak hanya memiliki pengalaman politik, tetapi juga bersih dari kasus korupsi dan mampu membangun konsolidasi kuat di semua lini.
“Pemimpin baru harus memiliki militansi tinggi serta mampu membawa energi segar bagi Golkar agar kembali menjadi kekuatan utama di Sulsel,” tuturnya.
Lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan, Musda Golkar Sulsel disebut sebagai langkah awal menuju kebangkitan partai menghadapi Pemilu 2029. “Ini bukan hanya soal pergantian figur, tetapi juga tentang membangun kembali energi dan strategi baru yang dapat membawa Golkar kembali ke puncak,” tegas Hasrullah.
Dengan kondisi politik yang semakin dinamis, Musda Golkar Sulsel diprediksi akan menjadi ajang pertarungan sengit antar-kandidat yang ingin membawa partai ini kembali berjaya.(ita/rif)

