AL-QUR’AN merupakan kitab suci agama Islam yang bukan hanya menjadi pedoman hidup ataupun petunjuk, namun juga sebagai penyejuk hati bagi siapa saja yang membaca atau mendengarnya.
Sebab, dalam sebuah kehidupan kita pasti pernah merasakan kesedihan, kegundahan, dan lainnya. Untuk itu Al-Qur’an hadir dalam tatanan kehidupan manusia untuk menjadi obat dari semua permasalahan.
USTAZ Muhammad Irham menjelaskan, setiap orang pasti mempunyai takdir yang berbeda-beda, ada bahagia dan sebaliknya. Untuk itu jika merasakan hal yang kurang baik maka Al-Qur’an menjadi jawabannya.
“Kita ini pasti memiliki takdir baik, buruk, bahagia atau sedih. Maka saya imbau kepada semua orang di mana pun berada, ketika kita mendengarkan Al-Qur’an maka harusnya kita bahagia. Atau khususnya para remaja, ketika mengalami permasalahan maka kembalilah ke Al-Qur’an. Kenapa? Karena di dalam Al-Qur’an surah Ar-Ra’du ayat 28 dikatakan bahwa; ingatlah, hanya dengan mengingat nama Allah hati menjadi tenteram,” kata Ustadz Muhammad Irham dalam Obrolan Ramadan siniar untuk kanal youtube BKM News.
Namun, ia melanjutkan, membaca Al-Qur’an bukan hanya di saat bulan suci Ramadan, melainkan sepanjang waktu. Sebab Al-Qur’an akan menjadi sahabat sekaligus penolong, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
“Perlu digarisbawahi bahwa zikir dan membaca Al-Qur’an itu bukan hanya di bulan suci Ramadan tetapi sepanjang masa, sesudah salat, bangun tidur dan lainnya. Maka marilah kita membiasakan berkomunikasi dan bersahabat dengan Al-Qur’an, karena orang yang bersahabat dengan Al-Qur’an maka akan mendapatkan syafaat baik di dunia maupun di akhirat,” terangnya.
Lelaki yang juga berprofesi sebagai dosen ini membeberkan bahwa ada empat hal yang terdapat di dalam tubuh kita. Hal tersebut harus menyatu agar lantunan ayat suci Al-Qur’an bisa meresap masuk ke dalam hati dan pikiran.
“Ada empat di dalam tubuh kita yang harus berinteraksi dengan Al-Qur’an. Kalau salah satunya tidak berinteraksi itu tidak akan bisa masuk sampai ke dalam lubuk hati yang paling dalam,” lanjutnya.
Lalu hal apa saja keempat itu? Menurut penjelasan Ustaz Muhammad Irham, yang pertama adalah lidah, kedua tubuh, ketiga pikiran, dan keempat adalah hati.
“Yang pertama adalah lidah. Makanya, kita sejak kecil belajar iqra, tajwid, dan seterusnya. Nah, inilah yang pertama media untuk membaca Al-Qur’an. Yang kedua adalah tubuh secara umum atau jasmani. Mata ketika membaca, telinga ketika mendengarkan. Yang ketiga adalah ini yang jarang diketahui atau dibahas, yaitu pikiran kita ini harus ikut meresapi makna dari lantunan ayat suci yang kita baca. Keempat adalah hati. Hati ini hendaknya meresapi makna dari bacaan Al-Qur’an,” terangnya.
Ustaz Muhammad Irham yang juga menjabat sebagai ketua umum Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) ini, menerangkan bahwa jika keempat hal tersebut dikuasai, maka sudah tidak akan ada lagi orang yang sakit hati atau bahkan sampai bunuh diri.
“Ketika keempat hal ini dilakukan, maka saya yakin dan percaya tidak akan ada lagi orang yang sakit hati atau bahkan sampai bunuh diri,” pungkasnya.
Ditanya mengenai bagaimana cara agar bisa selalu membaca Al-Qur’an, Ustaz Irham mengatakan bahwa kita harus berkomitmen dan mengatur jadwal.
“Bagaimana cara agar bisa selalu dekat atau membaca Al-Qur’an? Nah, hal yang saya lakukan adalah konsistensi. Juga ada sistematika jadwal untuk kapan membaca Al-Qur’an walaupun di tengah-tengah kesibukan, tapi saya tetap membaca karena sudah mengatur waktu,” kuncinya. (jar)
