Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov-Pertamina Pastikan BBM di SPBU Sesuai Standar

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan bersama Pertamina melakukan uji kualitas bahan bakar minyak (BBM) menjelang Idulfitri 2025. Hal ini untuk memastikan spesifikasi yang ada di SPBU, termasuk di Makassar sesuai standarisasi.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel Andi Eka Prasetya menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan BBM, termasuk bersubsidi dan nonsubsidi yang disalurkan ke masyarakat sesuai spesifikasi yang ada. Apalagi, kata dia, belakangan ramai soal adanya BBM dioplos.

“Kita mengunjungi SPBU melihat atau memantau terhadap BBM, baik itu subsidi maupun nonsubsidi. Kita menyaksikan proses sampel dari SPBU langsung. Kita sudah lihat ron 90, 92 dan 98 itu seperti apa warnanya,” kata Andi Eka saat peninjauan, Sabtu (8/3).

Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom menyatakan, peninjauan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas BBM sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

“Contohnya seperti Pertamax, Pertalite dan Pertamax Turbo itu dapat dilihat langsung botol sampelnya di dispenser pada setiap SPBU. Jadi masyarakat juga memiliki hak untuk bertanya bahwa ini produknya warnanya seperti apa, kelebihannya apa kepada seluruh operator kami,” ungkapnya.

Rainier menambahkan, saat ini setiap SPBU dilengkapi dengan sampel BBM. Ini bentuk transparansi kepada masyarakat bahwa BBM yang disalurkan seusai spesifikasi.

“Kita bisa lihat juga bahwa semua dipajang di dispenser agar masyarakat bisa melihat langsung dan semakin percaya bahwa produk kami sudah sesuai dengan spesifikasi yang distandarkan oleh Ditjen Migas. Jadi yang benar itu Pertalite berwarna hijau, Pertamax berwarna biru dan Pertamax Turbo berwarna merah,” tuturnya.

Untuk stok BBM menjelang Ramadan, Rainier mengatakan, pihaknya akan membentuk tim satgas guna memastikan stok BBM, termasuk elpiji tersedia.

“Kami akan membentuk tim satgas Ramadan Idulfitri yang akan dilakukan mulai tanggal 17 Maret hingga 13 April 2025. Ini di seluruh Indonesia. Tentu saja ada antisipasi yang kami siapkan kenaikan demand (permintaan), baik BBM maupun elpiji. Sudah pasti kami akan mengutamakan ketersediaan BBM yang proyeksinya sekitar 10 persen kenaikan. Tapi untuk solar biasanya turun karena kendaraan besar, hari libur. Kalau elpiji kurang lebih kenaikan demand 7 persen dari rata-rata normal. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, kita berkerja sama dengan stakeholder. Kami siap menyediakan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Hiswana Migas DPC 1 Makassar Chairul Aqmal mengklaim, pembelian BBM jenis Pertamax di Kota Makassar tidak ada penurunan meski belakangan ramai diperbincangkan. Ia mengaku, masyarakat sudah mulai kembali percaya.

“Masyarakat saat ini sudah mulai kembali (percaya). Dan penjualan kami tidak mengalami penurunan. Hampir semua SPBU di wilayah kami tidak ada penurunan penjualan, stabil,” tutupnya. (jun)

Exit mobile version