Site icon Berita Kota Makassar

Kadis Ketapang Pemprov Pilih Pensiun Dini

MAKASSAR, BKM — Satu persatu pejabat setingkat pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memilih meninggalkan jabatannya. Terbaru adalah Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadis Ketapang) Andi Muh Arsjad yang melakukannya.

Pengunduran diri Arsjad itu diketahui dari postingan di grup media Pemprov. Ia beralasan mengajukan pensiun dini atas permintaan sendiri karena pertimbangan kesehatan dan keluarga.
”Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.

Mohon izin para pimpinan & kepala perangkat daerah yang saya hormati. Sehubungan dengan pengajuan pensiun dini atas permintaan sendiri, dengan penuh kerendahan hati, saya mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan beraktivitas sebagai ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan pertimbangan kesehatan dan keluarga. Terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang sudah diberikan. Suatu kehormatan bisa mendapatkan kesempatan mengabdikan diri dan bekerja sama dengan Bapak/Ibu sekalian. Mohon maaf jika ada kekurangan dan hal yang kurang berkenan selama ini. Semoga Allah Swt meridhoi dan merahmati serta menjaga silaturahmi kita semua, Aamiin.”

Ketika dikonfirmasi, Arsjad mengaku pensiun dini sebagai ASN di Pemprov Sulsel. Ia mengatakan, sudah menghadap langsung ke Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman per Jumat, 7 Maret 2025 lalu.
Menurutnya, keputusan pensiun dini itu atas dasar kemauan sendiri, bukan atas dorongan siapapun.

“Betul. Lebih tepatnya itu pensiun dini atas permintaan sendiri dan itu secara regulasi dimungkinkan, yang penting memenuhi syarat. Dari segi syarat itu kan minimal 20 tahun masa kerja, sementara saya sudah 32 tahun mengabdi, usia juga memenuhi,” ujarnya, Senin (10/3).

“Saya sudah sampaikan langsung ke Bapak pimpinan (Gubernur Sulsel). Tentunya kami sebagai bawahan tentu etikanya seperti itu, kita harus menyampaikan langsung kepada beliau dan menjelaskan pertimbangannya. Jadi saya sudah sampaikan langsung pensiun dini ini ke pimpinan dalam hal ini bapak Gubernur (Andi Sudirman),” tambahnya.

Arsjad kembali menekankan bahwa keputusan pensiun dini ini murni karena kemauan dirinya sendiri.

“Jadi ini kemauan sendiri. Tidak ada unsur lain, termasuk unsur paksaan, tidak ada. Saya pastikan itu tidak ada. Jadi ini murni keinginan pribadi dengan persetujuan keluarga, dan sebenarnya memang sudah lama kami rencanakan, cuma waktunya saja baru disampaikan,” tutupnya.
Sekretaris Dinas (Sekdis) Ketahanan Pangan Sulsel Kemal Redindo Syahrul Putra, membenarkan kalau Andi Muh Arjad mengajukan pensiun dini. ”Jadi pensiun dini. Bukan mengundurkan diri. Sudah mau fokus untuk keluarga dan usaha keluarga, lebih mendekatkan diri untuk ibadah,” ujar Redindo.
Sebelum Arsjad, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel Salehuddin telah memutuskan mundur dari jabatan yang diembannya. Salehuddin juga menghadap langsung ke Gubernur Andi Sudirman Sulaiman untuk menyampaikan surat pengunduran dirinya.

Andi Sudirman mengaku tidak masalah dengan keputusan mundurnya Salehuddin dari posisi kepala BKAD. Ia bahkan mengaku telah menyiapkan posisi baru untuk Salehuddin.

“Saya sendiri yang mengangkat beliau, dan beliau menjalankan amanah. Saya akan mengambil dia (Salehuddin) jadi pendamping,” kata Andi Sudirman di kantor DPRD Sulsel, pekan lalu.

Salehuddin diangkat oleh Andi Sudirman pada tahun 2023.
Andi Sudirman melantik Salehuddin sebagai kepala BKAD Sulsel pada 1 September 2023 di Kantor Gubernur Sulsel setelah melalui proses lelang jabatan.

Salehuddin dilantik bersama lima pejabat lainnya, yaitu Kepala Dinas Perhubungan Andi Erwin Terwo, Kepala Dinas Kesehatan Ishaq Iskandar, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Kasman, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Reza Faisal Saleh, dan Direktur RSUD Haji Makassar dr. Evi Mustikawati Arifin.

Selama satu tahun enam bulan Salehuddin menjabat sebagai kepala BKAD Sulsel. Ia mendampingi tiga era penjabat (pj) gubernur selama masa transisi. Mulai dari Bahtiar Baharuddin, Prof Zudan Arif Fakhrulloh, hingga Prof Fadjry Djufry.

Dengan mundurnya Arsjad dari posisi kepala Dinas Ketapang, tercatat saat ini ada 13 pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulsel yang lowong.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengaku akan menyusun dengan baik sesuai kompetensi para pejabat di Pemprov Sulsel, termasuk untuk kepala OPD, baik yang lowong dan juga terisi.

Saat ini, ASS menyatakan masih mengonsep selama enam bulan ke depan.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan pelantikan dalam waktu dekat ini kecuali ada izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sesuai aturan yang ada.

“Kita masih baru. Sekarang kan enam bulan ini belum (bisa melantik) ya, kecuali ada izin Kemendagri. Tapi pada prinsipnya, saya tentu mengambil peluang juga bahwa kita ini kesempatan untuk bagaimana memapping kembali, menata kompetensi masing-masing, kita masih mendata semua dulu. Tenang aja,” ungkap Andi Sudirman di kantor Gubernur Sulsel, Senin (10/3).

13 pejabat eselon II Pemprov yang saat ini lowong, yakni kepala BKAD, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, kepala BKD, kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)
, kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah
, kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun)
, kepala Dinas Perkimtan
, kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra)
, kepala Biro Hukum
, direktur RSKD Dadi
, Staf Ahli Pemerintahan
, Asisten 1 Bidang Pemerintahan, serta Asisten 3 Bidang Administrasi. (jun)

Exit mobile version