MAKASSAR, BKM — Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel menemui Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Senin (10/3). Dikomandoi Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga, mereka curhat terkait dampak efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah terhadap operasional hotel dan restoran.
Anggiat mengatakan, kebijakan efisiensi anggaran dengan membatasi pertemuan, rapat atau kegiatan di hotel membuat mereka ‘mari-mari poso’ (ngos-ngosan).
“Dampak atau konsekuensi yang kami rasakan, ada penurunan okupansi. Kegiatan pemerintah sekarang sangat anjlok. Drop sekali. Kami berharap Pak Wali bisa membantu mendorong banyak kegiatan MICE non pemerintah masuk ke Makassar,” ungkap Anggiat.
Dia mencontohkan, kegiatan-kegiatan seperti seminar, sport atau olah raga, event nasional maupun internasional bisa dilaksanakan di Makassar. “Misalnya seminar soal kopi, event olah raga, bisalah diperbanyak di Makassar. Soal rumput laut dibahas di Makassar dan seterusnya. Saya pikir bisa menutupi menjadi subtitusi kegiatan pemerintah yang sekarang lagi lockdown,” kata Anggiat.
“Kita minta ke Pak Wali dorong terus dan minta kepada masing-masing komunitas membuat kegiatannya di sini. Kalau kita buat setiap satu bulan dua kali kan paling tidak sudah membuat Makassar bergerak lagi,” tambahnya.
Anggiat membeberkan, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah sudah sangat berdampak pada nasib pegawai. “Udah sangat dan sangat berdampak. Gak enak aja saya mau nangis ini untuk menceritakan apa adanya gitu loh,” jelasnya.
Dia membeberkan, selama ini, kegiatan pemerintahan memberi kontribusi antara 40 hingga 50 persen bagi dunia perhotelan. “Tapi ketika itu dilockdown, kita agak kelimpungan untuk mencari subtitusi. Karena 40-50 persen kan besar sekali. Tidak bisa dengan simsalabim langsung ada subtitusi pengganti. Kita agak repot untuk cari penyeimbang. Itu yang kita minta. Jadi, kalau teman-teman bertanya sudahkah berdampak? Alamak, lihat air mata kami,” kata Anggiat.
Dampak efisiensi belanja ini juga sudah berdampak terhadap pengurangan karyawan. Hampir seluruh hotel sudah melakukan itu. “Kalau saya lihat effortnya, sudah terjadi rasionalisasi antara 15-20 persen,” imbuh Anggiat.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Munafri Arifuddin menyatakan bahwa Pemkot Makassar memahami dampak yang dirasakan industri perhotelan akibat efisiensi anggaran. “Kami paham bahwa usaha juga harus tetap berjalan, sehingga kita perlu mencari cara agar baik pemerintah maupun sektor swasta dapat berpikir lebih kreatif dalam menyiasati kondisi ini,” ujarnya.
Untuk membantu sektor ini, Munafri mengatakan Pemkot Makassar akan meningkatkan cell promotion pada industri ini. Salah satunya dengan intensitas event guna mendorong sektor pariwisata.
“Industri properti juga tetap harus berjalan, sehingga kita perlu mengoptimalkan cell promotion berbagai event. Baik itu kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas maupun kelompok masyarakat yang memiliki jaringan nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Munafri mengatakan bahwa Pemkot akan memaksimalkan berbagai event untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan pelaku bisnis ke Makassar. “Kami akan berkoordinasi dengan teman-teman di Dinas Pariwisata agar dapat lebih aktif sale promotion. Namun, yang terpenting adalah memastikan bahwa event-event yang masuk ke Makassar dapat memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan dan usaha lainnya di kota ini,” jelasnya.
Selain itu, ia memastikan bahwa proses perizinan akan dipermudah agar penyelenggara acara dan pelaku industri tidak terbebani. “Kami akan menyederhanakan proses perizinan agar lebih mudah dan cepat, sehingga hotel dan sektor pendukung lainnya tetap dapat berkembang,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Muhammad Roem mengatakan wali kota telah menginstruksikan pihaknya untuk memaksimalkan event-event dalam kota. Termasuk dari luar kota, harus ditangkap.
Banyak potensi kegiatan non pemerintah yang bisa digaet. Mulai dari event komunitas, asosiasi-asosiasi, bahkan agenda partai. Begitu juga dengan event-event kepariwisataan akan lebih diperkuat lagi.
“Kalau dimaksimalkan, kita bisa menutup mensubstitusi yang pasar 50 pasar dari government,” tandasnya. (rhm)
