MAKASSAR, BKM – Salah satu program yang menjadi prioritas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham adalah pemasangan sambungan baru PDAM gratis. Rencana tersebut saat ini sementara digodok untuk bisa direalisasikan secepatnya.
Ditemui di Balai Kota, Rabu (12/3), Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerangkan bahwa program ini bertujuan untuk memperluas layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) serta meringankan beban warga yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air bersih. Dia mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pertemuan dengan PDAM untuk merancang program tersebut agar selaras dengan rencana kerja yang telah disusun perusahaan daerah itu.
“Kita akan menyesuaikan program ini dengan perencanaan PDAM. Misalnya, jika mereka merencanakan pemasangan pipa ke timur, kita akan ikut mendukung ke arah itu, agar programnya sejalan,” ujar Munafri.
Menurut Munafri, pemasangan pipa gratis ini dikhususkan bagi warga yang ingin melakukan sambungan baru. Namun, biaya pemakaian air bulanan tetap menjadi tanggungan pelanggan.
“Sambungan baru kita gratiskan, tapi tagihan bulanannya tetap berjalan seperti biasa. Ini agar masyarakat lebih mudah mengakses air bersih tanpa terbebani biaya pemasangan awal,” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini masuk dalam prioritas pemerintah karena banyak warga yang enggan menggunakan layanan PDAM akibat biaya pemasangan awal yang cukup mahal. Dengan program ini, diharapkan cakupan layanan PDAM semakin luas dan pendapatan perusahaan daerah juga meningkat.
“Kadang warga enggan pakai PDAM karena harus bayar dulu untuk pemasangan baru. Nah, kita bantu biaya awalnya supaya mereka bisa menikmati layanan air bersih tanpa kendala,” kata Munafri.
Pemasangan pipa akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan alur kerja PDAM. Beberapa kecamatan yang menjadi prioritas adalah Ujung Tanah dan Tamalate, yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.
“Kami akan melihat daerah mana yang paling mendesak. Kecamatan seperti Ujung Tanah dan Tamalate sangat membutuhkan layanan air bersih karena kapasitas pipa yang ada saat ini belum mencukupi,” tuturnya.
Sebagai dasar pelaksanaan program ini, Pemkot Makassar akan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali). Regulasi ini diperlukan karena kebijakan tersebut menyangkut penghapusan biaya yang sebelumnya dibebankan kepada masyarakat. Diharapkan, program ini bisa segera berjalan setelah pembahasan teknis dengan PDAM selesai dalam waktu dekat.
Sementara itu, Perumda Air Minum Kota Makassar siap melaksanakan perintah wali kota untuk mewujudkan program pemasangan sambungan baru. PDAM pun mempersiapkan skema program pemasangan sambungan air gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Direktur Utama Perumda Air Minum Makassar Beni Iskandar mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim transisi yang dibentuk oleh Wali Kota Makassar untuk membahas konsep program tersebut. Dia mengemukakan, bahwa program ini akan segera diluncurkan setelah mendapatkan surat keputusan (SK) dari waki Kota.
“Kami sudah siapkan 1.945 sambungan baru gratis di lima kecamatan dengan sistem by name by address. Saat ini kami tinggal menunggu SK Wali Kota dan kesiapan beliau untuk meresmikan program ini sebagai bagian dari visi-misi pemerintah daerah,” ujar Beni.
Program ini menyasar masyarakat dengan strata ekonomi rendah atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu syarat utama penerima adalah pelanggan dengan kategori tarif R2 ke bawah, dengan rata-rata konsumsi air di bawah 21 meter kubik per bulan.
Dampak dan Sumber Air
Beni menjelaskan bahwa sumber air untuk program ini masih berasal dari sistem yang ada, yakni dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lekopaccing. Namun, ia mengakui adanya kendala akibat aktivitas tambang galian C di daerah hulu yang menyebabkan longsor dan mencemari aliran air.
“Kami sudah mengajukan keberatan ke instansi terkait, termasuk Pompengan PUPR, karena dampaknya sangat besar terhadap produktivitas air bersih. Seharusnya debit air yang masuk ke instalasi mencapai 900 feet per second (fps), tetapi saat ini hanya 700 fps. Akibatnya, beberapa kawasan, terutama di bagian utara kota, mengalami gangguan distribusi,” jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi, Perumda Air Minum Makassar menurunkan bantuan mobil tangki ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan air. Selain itu, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Kostrad untuk mengatasi masalah pengambilan air secara ilegal oleh masyarakat untuk kebutuhan pertanian.
Terkait dengan tarif air, Beni memastikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana kenaikan, meskipun biaya produksi terus meningkat. “PDAM Makassar sudah 12 tahun tidak pernah menaikkan tarif. Meski biaya produksi naik, kami masih bisa menekan pengeluaran sehingga tetap mencatatkan laba dalam tiga tahun terakhir,” ungkapnya.
Ia berharap program sambungan gratis ini dapat meningkatkan cakupan layanan air bersih di Kota Makassar dan mendukung target pemerintah dalam menyediakan akses air minum yang lebih merata bagi masyarakat. (rhm)
