UMAT Islam di seluruh dunia menyambut bulan Ramadan dengan penuh suka cita. Bulan yang penuh berkah ini memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan yang tentu menjadikannya berbeda dari bulan lainnya.
SALAH satu keistimewaan utama bulan Ramadan adalah diwajibkannya ibadah puasa bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat.
Selain itu, bulan Ramadan juga dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, yang disebut sebagai Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan amal saleh agar mendapatkan keberkahan malam tersebut.
Keutamaan lain dari bulan Ramadan adalah dilipatgandakannya pahala bagi setiap amal ibadah. Menurut Ustazah Samsinar, Ramadan adalah bulan yang penuh kebahagiaan, hikmah dan bulan yang mulia.
“Ramadan adalah bulan yang penuh kebahagiaan, penuh hikmah, bulan mulia yang telah dipilih oleh Allah untuk melaksanakan ibadah khusus yang disebut dengan ibadah puasa. Hal itu telah Allah jelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya; Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa,” ujar Ustazah Samsinar dalam siniar Obrolan Ramadan untuk kanal Youtube BKM News.
Ustazah Samsinar melanjutkan, melalui ayat ini Allah memberikan imbauan pentingnya kita berpuasa di bulan Ramadan. Karena selain kewajiban bagi umat Islam, juga bertujuan untuk menambah ketakwaan kita kepada Allah Swt.
Perempuan yang saat ini menjabat sebagai pengurus Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) ini, menerangkan bahwa Ramadan adalah bulan yang istimewa dari bulan lainnya.
Karena, amal ibadah yang kita kerjakan atau dilakukan itu bukan lagi dicatat, melainkan dibalas langsung oleh Allah Swt. Bahkan bahkan sampai dibalas sepuluh kali lipat dari apa yang dikerjakannya.
“Keistimewaan berpuasa di bulan suci Ramadan adalah salah satunya mendapatkan balasan langsung dari Allah Swt. Bukan lagi dicatat, melainkan memang betul-betul langsung dari Allah Swt,” terangnya.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan: Allah berfirman dalam hadis qudsi “Orang yang berpuasa itu meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena taat pada perintahku (Allah). Puasa adalah untukku (Allah) dan Aku akan memberikan balasannya, sedang sesuatu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat gandanya.”
Selain itu, menurutnya, keberkahan berpuasa di bulan Ramadan bukan itu saja. Melainkan dari segi keluarga dan kesehatan pun juga memiliki dampak.
“Mungkin diantara kita ini jarang ada yang kumpul dengan keluarga, namun karena adanya bulan Ramadan membuat kita kembali sering berkumpul saat hendak sahur dan berbuka puasa. Selain itu, dari segi kesehatan ternyata waktu sarapan yang paling baik adalah bukan di saat pagi, melainkan sebelum subuh karena memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah menurunkan kadar gula,” jelasnya. (jar)
