Site icon Berita Kota Makassar

Ustazah Aminah, Wakil Bendahara PP IDMI

BULAN suci Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan lantaran setiap kebaikan dan amal ibadah seseorang akan senantiasa dilipatgandakan oleh Allah Swt. Selain itu, masih banyak keberkahan lainnya. Ustazah Aminah, Wakil Bendahara Pengurus Pusat (PP) Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) mengulasnya.

HADIR menjadi tamu siniar di studio BKM, mengawali penjelasannya tentang berkah. ”Secara bahasa kata berkas berasal dari kata barokah yang berarti kenikmatan. Jadi, makna berkah adalah kenikmatan dan karunia dari Allah yang banyak manfaatnya,” tuturnya
.
Makna berkah ini juga turut dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada surah Al-Araf ayat 96 yang aerinya; Allah Swt telah membuka pintu berkahnya di langit dan bumi. “Jadi ayat-ayat Allah bukan hanya yang tertulis dalam nas Al-Qur’an, tapi juga tanda-tanda kebesaran Allah Swt,” terangnya.

Ustazah Aminah menyampaikan tentang tanda-tanda seseorang mensyukuri nikmat Allah Swt. Dalam kehidupan sehari-hari kadangkala manusia seringkali kufur akan nikmat. Namun terkadang nikmat seseorang ada pada panca indera yang masih berfungsi dengan baik. “Sangat sedikit orang-orang yang bersyukur dengan itu,” katanya.
Salah satu cara untuk mencapai keberkahan ibadah puasa, lanjutnya, adalah tidak hanya menahan lapar dan dahaga. Namun juga mencari keberkahan dalam setiap perbuatan yang dilakukan.

“Puasa ini adalah fakultas belajar kita untuk menjadi hamba yang bertaqwa,” imbuhnya.

Selain itu, Ustazah Aminah menerangkan bahwa dari segi preventif, ibadah puasa berfungsi sebagai benteng dalam mencegah perbuatan keji dan munkar yang akan berdampak pada ketakwaan seseorang. Kemudian puasa juga berdampak untuk kesehatan dari sisi medis. Salah satunya mencegah kolesterol tinggi.

Diterangkan oleh Ustazah Aminah, dalam mencapai keberkahan ibadah puasa adalah memandangnya sebagai makna kepatuhan kepada kehendak Allah Swt. “Di sinilah di bulan Ramadan kita diuji untuk patuh sebagaimana ajaran Islam,” terangnya.

Berkah lain dari ibadah puasa yakni mengajarkan seseorang tentang makna dari pengorbanan. Jika sebelumnya banyak orang dengan bebas menyantap makanan yang diinginkan, namun di bulan Ramadan akan membuat seseorang cenderung untuk lebih berbagi.

Makna lainnya dalam puasa adalah sebagai wadah berjihad seseorang dalam melawan hawa nafsu. Ustazah Aminah mengibaratkan jika nafsu ibarat hewan buas dapat dijinakkan dengan berkah dari ibadah puasa. “Di bulan puasa ini kita mengontrol nafsu kita supaya tidak terlalu buas,” tandasnya.

Kemudian makna selanjutnya bulan suci Ramadan adalah sebagai momentum untuk berintrospeksi diri guna menyadari jika kenikmatan dunia hanya berlangsung sesaat, sehingga manusia menyadari jika dirinya hanyalah makhluk yang lemah.

Ia melanjutkan bahwa ibadah puasa juga berdampak dari segi sosial, sebab melatih seseorang untuk melakukan ibadah secara horizontal yang mengajarkan bahwa kedudukan manusia setara dihadapan Allah Swt. “Keberkahan puasa itu sangat banyak kalau kita dalami dan berprasangka baik dengan ilmu agama ini,” tandasnya

Di bagian lain penjelasannya, Ustazah Aminah merespons tentang pentingnya melaksanakan ibadah puasa dan salat tarawih di bulan Ramadan. Ia menjelaskan bahwa memang seringkali terjadi fenomena orang yang berpuasa namun tidak melaksanakan salat tarawih.
Menurutnya, sangat penting untuk berprasangka baik kepada seseorang.
“Kalau saya pribadi kita berprasangka baik sajam karena itu urusan dia dengan Tuhan. Bagaimana kualitas orang lain biarlah Allah yang menilai,” imbuhnya.
Di akhir penjelasannya, Ustazah Aminah menyampaikan bahwa tingkatan ibadah seseorang dapat dibagi menjadi tiga, yakni tingkatan budak yang harus dipaksa terlebih dahulu. Kemudian tingkatan pedagang yang mengharapkan imbalan. Terakhir tingkat pecinta, yang melaksanakan atas dasar rahmat kecintaan kepada Allah Swt. “Surga itu merupakan bentuk cinta dan rahmat dari Allah Swt,” tutupnya.
(yus)

Exit mobile version