Site icon Berita Kota Makassar

Pj RT/RW Ramai-ramai Mundur

MAKASSAR, BKM — Peristiwa yang tak biasa terjadi di Makassar. Penjabat sementara (pjs) ketua RT/RW yang baru di-SK-kan per tanggal 14 Maret 2025 ramai-ramai mengundurkan diri.
Hal itu terjadi pada batas akhir bagi para pjs untuk mundur, yakni Senin (24/3). Langkah tersebut mesti diambil, karena dalam salah satu diktum SK pengangkatan, bila ada pjs yang ingin mencalonkan diri untuk maju di pemilihan ketua RT/RW harus mundur dari jabatannya saat ini.

Dari daftar nama-nama yang dicantumkan dalam SK yang ditandatangani Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, sebagian merupakan penjabat ketua RW/RT sebelumnya. Bahkan ada diantaranya yang sudah mengundurkan diri atau tidak lagi menjabat karena alasan tertentu, kembali dimasukkan dalam SK yang baru.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, hal ini terjadi karena waktu yang dibutuhkan untuk penerbitan SK tersebut sangat singkat. Nama-nama yang diharapkan bisa menjadi pjs hingga dilaksanakannya pemilihan langsung, belum semuanya terkumpul.

Akhirnya, terbitlah SK dengan mencantumkan sebagian besar nama-nama pj ketua RT/RW terdahulu, walau sebagian sudah ada yang diganti. Selanjutnya, bagi mereka yang tidak bersedia dengan jabatan tersebut atau ingin maju dalam pemilihan nantinya, dipersilakan untuk mundur paling lambat 24 Maret 2025.
Sumber BKM menyebutkan, kondisi ini terjadi hampir di seluruh kecamatan dan kelurahan yang ada di Makassar. Untuk itu, saat ini tengah dikumpulkan nama-nama calon untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan pj ketua RT/RW sebelumnya, berdasarkan usulan dari tokoh masyarakat. Nama-nama tersebut disetor ke kelurahan masing-masing untuk selanjutnya diserahkan ke Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar.

Mendapati fakta dan informasi tersebut, BKM melakukan konfirmasi ke sejumlah camat. Ada yang mengiyakan pengunduran diri pj ketua RT/RW di wilayahnya. Ada pula yang mengklaim semua aman dan tak ada yang mundur.

Camat Rappocini Aminuddin mengaku di wilayahnya ada pj RT/RW yang diberikan SK ingin mengundurkan diri.
Hal itu diketahui melalui Whatsapp grup, karena ada beberapa lurah yang melaporkan jika sejumlah pj RT/RW hendak mundur.
Namun, kata Aminuddin, sejauh ini belum ada menyatakan langsung secara resmi ingin mengundurkan diri.

“Baru penyampaian di grup lurah. Jadi saya bilang suruh buat surat pengunduran diri pakai materai,” kata Aminuddin saat dikonfirmasi, kemarin.

Dia mengatakan, pj RT/RW yang mengundurkan diri kemungkinan besar ingin maju dalam pemilihan langsung RT/RW yang akan digelar beberapa bulan ke depan.
Menurut Aminuddin, awalnya mereka mungkin tidak tahu kalau persyaratan untuk maju dalam pemilihan langsung RT/RW, tidak boleh menjabat sebagai pj.

“Mungkin di belakang hari ternyata ingin juga maju bertarung. Kan persyaratan tidak boleh ikut kalau sebagai pj. Jadi saat paham, mereka ikhlas buat pengunduran dirinya. Selanjutnya, kita akan
cari penggantinya dari tokoh masyarakat lain di wilayahnya,” tambah Aminuddin.

Dia menegaskan, seluruh pj RT/RW yang ditunjuk menggunakan SK baru yang terbit di bulan Maret ini.
Terpisah, Camat Biringkanaya Juliaman
membenarkan jika sudah ada penunjukan pj RT/RW di wilayahnya.
“Iya, sudah ada penunjukannya semua Pj RT/RW di Kecamatan Biringkanaya,” ungkap Juliaman saat dihubungi kemarin.

Dia memastikan jika seluruh Pj RT/RW tersebut akan melaksanakan tugasnya dan tidak ada yang mengundurkan diri.
Pasalnya, kata mantan Camat Mariso ini, sebelum menyerahkan SK sebagai pj RT/RW, pihaknya melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

“Dan mereka semua mau. Biringkanaya Insyaallah aman. Hingga saat ini belum ada informasi jika ada yang mau mengundurkan diri,” kata Juliaman.

Sementara itu, Camat Mamajang Andi Irdan Pandita juga mengklaim, sejauh ini belum ada informasi ada pj RT/RW yang mengundurkan diri setelah SK pengangkatannya diterbitkan.
Dia mengemukakan, sudah ada delapan kelurahan yang melakukan koordinasi terkait pengangkatan pj RT/RW.
Masih ada empat kelurahan lagi yang menyusul.

“Sisa menunggu empat kelurahan lagi. Kami akan panggil pj RT/RW di empat kelurahan, sebentar (kemarin) kita rapat. Sejauh ini aman terkendali. Tidak ada yang komplain dan ingin mengundurkan diri,” tandasnya. (rhm)

Exit mobile version