MAROS, BKM — Seorang remaja bernama Zakaria (18), menjadi korban pembusuran di depan kantor bupati Maros. Saat itu korban sedang menemani orangtuanya berbelanja di pasar subuh.
Beredar kabar di sosial media, korban sempat dilarikan ke RS dr Palaloi untuk mendapatkan penanganan. Namun korban pembusuran ini terpaksa dibawa pulang keluarganya. Karena ia dimintai biaya Rp10 juta untuk operasi di RSUD dr La Palaloi. Hanya saja, keluarga tidak memiliki biaya.
Kabar ini viral di media sosial. Terutama setelah disebutkan korban sempat dibawa pulang karena keluarganya tidak mampu membayar biaya tersebut.
Pihak RSUD pun angkat bicara. Kasubit Pelayanan Keperawatan RSUD dr La Palaloi, Agus Sujadi, mengatakan, berdasarkan aturan BPJS Kesehatan, korban tindak kriminal memang tidak tercakup dalam biaya pengobatan.
”BPJS tidak menanggung biaya pengobatan untuk cedera atau penyakit yang terjadi karena sengaja, termasuk tindak kriminal,” katanya saat dihubungi.
Meski demikian, dia mengklaim pihak rumah sakit tetap memberikan pertolongan medis kepada korban sebelum dia pulang. Agus juga menegaskan, biaya yang dikeluarkan jauh lebih kecil dari yang diberitakan.
”Biaya keseluruhan tindakan medis yang dikeluarkan rumah sakit hanya sekitar Rp500 ribuan,” jelasnya.
Dia mengatakan, saat ini korban telah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Korban terkena busur di jalan poros Makassar-Maros. Tepatnya di depan kantor Bola Sima, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale.
Korban mengalami luka di bagian pinggang sebelah kiri setelah diserang 8 orang pelaku yang berboncengan menggunakan 4 unit motor. Ia menjadi korban pembusuran kedua di hari yang sama dengan pembusuran yang dialami relawan PMI Maros yang hendak mengevakuasi korban Lakalantas di jalan poros Makassar-Maros.
Sementara itu, Kasubsi Penmas Sihumas Polres Maros, Ipda A Marwan P Afriady, mengatakan, pihak kepolisian masih menyelidiki motif di balik aksi ini.
”Kami masih mendalami kasus ini. Karena korban maupun saksi tidak memiliki musuh atau riwayat perselisihan sebelumnya. Saat ini, kami fokus pada identifikasi pelaku dan motif di balik kejadian ini,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan, terutama di malam hingga dini hari.
”Kami juga akan meningkatkan patroli di beberapa titik rawan di Maros untuk mencegah kejadian serupa,” tambahnya. (ari/c)

