Site icon Berita Kota Makassar

Pejabat Kementerian Bersaing di Lelang Sekkot Makassar

MAKASSAR, BKM — Tahapan pendaftaran untuk seleksi terbuka atau lelang jabatan sekretaris kota (sekkot) Makassar berakhir hari ini, Selasa (8/4). Tim seleksi memastikan tidak ada perpanjangan waktu pendaftaran lagi karena jumlah pelamar dinilai sudah cukup banyak untuk dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Salah seorang timsel lelang jabatan Sekkot Makassar, Andi Hudli Huduri menjelaskan, hingga Minggu (8/4), pelamar yang melakukan pendaftaran sebanyak 10 orang. Para pelamar tersebut diantaranya beberapa pejabat eselon II lingkup Pemkot Makassar dan ada juga pejabat dari Pemprov Sulsel dan dari luar provinsi. Bahkan ada pejabat dari kementerian yang tertarik untuk ikut dalam kontestasi memperebutkan kursi Sekkot Makassar.

“Ada dari luar provinsi, kementerian, kurang lebih tiga. Untuk pendaftaran dibuka hingga tanggal 8 (hari ini). Terakhir sudah 10 pendaftar. Artinya, jabatan sekda ini banyak yang minati. Lebih membuka peluang bagi banyak orang untuk menduduki jabatan tersebut. Arahan dari Pak Wali, kita buka dan ini terbuka untuk umum, mereka yang memenuhi syarat bisa ikut berkompetisi di jabatan tersebut,” ungkap Hudli, kemarin.
Dia melanjutkan, pendaftaran lelang jabatan secara resmi akan ditutup Selasa hari ini pukul 15.00 Wita. Sejauh ini, lanjut Hudli, timsel sudah mempersiapkan seluruh tahapan seleksi agar prosesnya bisa berjalan dengan lancar. Mulai dari tahapan assesmen hingga wawancara, timsel sudah siap untuk melaksanakannya. “Sesuai arahan Pak Wali, insyaallah akhir April sudah harus rampung,” tambah Hudli.

Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengakui jika posisi sekkot Makassar adalah jabatan yang seksi. Buktinya, banyak peminat yang mendaftarkan diri. Dia pun berharap seluruh tahapan seleksi bisa berjalan dengan lancar sehingga bisa menghasilkan sekkot berkualitas dan benar-benar mampu menghasilkan pejabat yang memberikan dukungan untuk Pemkot Makassar.
“Yang menarik, banyak orang bersyarat. Artinya memang kita harap seleksi ini terbuka sehingga menghasilkan sekda yang benar-benar mampu memberikan support untuk pemerintahan,” ungkap Appi, sapaan akrabnya.
Dia menegaskan, posisi sekkot merupakan jantung pertahanan yang mengawal jalannya tata kelola pemerintahan. Sehingga dia berharap, sekkot yang dihasilkan dari seleksi terbuka ini adalah orang terbaik yang memang betul-betul diharapkan.

Soal informasi yang beredar jika seleksi ini hanya sekadar formalitas belaka karena sebenarnya sudah ada nama yang akan ditunjuk untuk menduduki posisi itu nantinya, Appi dengan tegas membantah. Dia menegaskan tidak fair jika dirinya membuka lelang namun sudah ada nama yang dikantonginya.
Mantan CEO PSM itu mengaku menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme seleksi untuk menghasilkan orang terbaik. “Tidak ada nama (dikantongi). Kenapa? Kita melihat bagaimana interaksi kita selama kurang lebih satu bulan ini, saya melihat dan menurut saya orang-orang yang mau mendaftar itu orang yang punya kapabilitas. Kalau untuk menentukan, menurut saya sangat tidak fair, kita serahkan pada mekanisme yang berlaku,” imbuhnya.
Appi mengaku, dari pelamar yang mendaftar lelang sekkot, ada sejumlah pejabat lingkup Pemkot Makassar. Itu diketahui setelah para pejabat terkait datang meminta restu untuk ikut bertarung.
“Ada yang datang meminta restu. Ada yang mempersiapkan dokumennya. Artinya, mereka sudah menyadari bahwa mereka ini bersyarat dan siap ikut kontestasi,” tandasnya.

Informasi yang beredar, sejumlah pejabat senior yang mendaftarkan diri ikut lelang jabatan sekkot diantaranya Kepala Bappeda Makassar Andi Zulkifli Nanda, Pj Sekda Irwan Rusfiady Adnan, Plt Kadis Kominfo Mario Said, Kadis Perhubungan Zainal Ibrahim, Kepala BKPSD Akhmad Namsum, dan Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Andi Irwan Bangsawan.
Adapun tim seleksi yang akan menjadi penguji bagi para peserta lelang diantaranya Andi Hudli Huduri, Prof Aswanto, Prof Batara Surya, Muh Idris, dan Inspektur Provinsi Sulsel Marwan Mansyur. (rhm)

Exit mobile version