MAKASSAR, BKM — Peluang Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman (AAS) tak terbendung untuk menjadi calon ketua umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) pada Musyawarah Besar (Mubes) yang berlangsung Rabu (9/4) hingga Jumat (11/4).
“Kalau saya melihat kondisi hingga hari ini, peluang Pak Andi Amran Sulaiman untuk dipilih menjadi Ketua Umum KKSS itu sangat besar,” ucap pemerhati politik Suwadi Idris Amir, Rabu (9/4).
Suwadi yang juga Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) ini menilai dukungan terhadap AAS mengalir deras, terutama dari kalangan elite seperti kepala daerah dan para pengusaha. Arus dukungan tersebut, menurutnya, membuat tokoh lain kemungkinan berpikir ulang untuk maju menjadi pesaing Amran.
Lebih lanjut, Suwadi menyoroti peran strategis KKSS di kancah politik nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur. “Pengaruh KKSS itu tidak bisa diragukan. Terbukti, Pak Jusuf Kalla (JK) bisa dua periode jadi wakil presiden, itu juga tidak lepas dari peran KKSS yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Dengan peluang besar yang dimiliki Andi Amran untuk memimpin KKSS, Suwadi menyebut posisi tersebut bisa menjadi batu loncatan menuju panggung politik nasional, termasuk dalam kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 2029.
“Saya berani menyimpulkan, kalau Pak Amran terpilih jadi Ketum KKSS, itu akan memperkuat peluang beliau untuk dilirik sebagai calon wakil presiden, baik oleh Prabowo maupun figur nasional lainnya,” tegas Suwadi.
Ia juga menambahkan, jika AAS mampu memberi warna baru dalam kepemimpinannya, terutama dalam membuka akses yang lebih luas bagi para pengusaha Bugis-Makassar di tingkat nasional, maka bukan tidak mungkin ia akan mengikuti jejak JK.
Dukungan Gubernur Kaltara
Dukungan terhadap Mentan AAS untuk memimpin KKSS yang anggotanya jutaan orang tersebar di seluruh Indonesia sampai luar negeri, terus mengalir menjelang pelaksanaan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) dan Musyawarah Besar (Mubes) KKSS ke-12 yang diagendakan berlangsung mulai di Four Points Hotel by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Kota Makassar.
Dukungan teranyar datang dari Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Zainal Arifin Paliwang, bersama tokoh-tokoh Sulawesi Selatan (Sulsel) pada daerah provinsi ke-34 di Indonesia tersebut.
Melalui sambungan telepon selular ke media ini, Rabu (9/4), ia menyatakan mendukung penuh AAS untuk menakhodai KKSS yang merupakan rumah besar bagi warga Sulsel ini selama periode lima tahun ke depan.
“Saya selaku Gubernur Provinsi Kaltara bersama para tokoh Sulsel yang ada di sini (Kaltara), sangat mendukung penuh Bapak Andi Amran Sulaiman untuk memimpin KKSS dan kelak membawa organisasi ini lebih banyak kemajuan ke depannya. Tentunya dengan seabrek pengalaman yang dimilikinya, baik sebagai sosok pengusaha sampai birokrat nasional, beliau adalah figur yang tepat diberikan amanah tersebut,” terang Zainal Arifin Paliwang.
Menurut putra Sulsel asal Sinjai yang pernah pula menjabat Wakapolda Kaltara itu, tokoh-tokoh Sulsel di Kaltara menilai sosok diri Andi Amran Sulaiman memiliki tipikal yang bisa masuk ke semua kalangan. Selain itu, dipandang mampu mengayomi para orang tua dan kalangan generasi muda yang hidup di perantauan. Bahkan dia patut menjadi sosok inspiratif yang wajib diteladani dan dikagumi oleh kaum muda asal Sulsel di mana saja berada.
“Di kacamata saya pribadi, Bapak Andi Amran Sulaiman orangnya low profile dan punya banyak kelebihan serta gigih dalam menjalankan amanah yang dipercayakan kepadanya. Sepak terjang beliau yang benar-benar luar biasa dalam meniti karir dari bawah dan sampai hari ini bisa menjadi Menteri Pertanian RI, suatu bukti yang menunjukkan kualitas dirinya untuk kelak membawa kemajuan besar bagi KKSS,” ungkap Zainal Arifin Paliwang.
Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Makassar Angkatan 1982 (IKA SMANSA 82) Periode 2024-2027 ini menambahkan, KKSS sebagai sebuah lembaga atau rumah besar yang mempresentasikan semangat kolektif masyarakat Sulsel di mana pun mereka berdomisili untuk terus memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang, maka pemimpinnya haruslah benar-benar orang yang secara kualitatif memiliki kemampuan, bukan sekadar ada ketokohan.
Mengakhiri keterangannya, Zainal Arifin Paliwang berharap tokoh-tokoh Sulsel di seluruh pelosok tanah air maupun luar negeri yang datang menghadiri PSBM dan Mubes KKSS ke-12 di Kota Makassar, berpendapat yang sama untuk menjatuhkan pilihan dan dukungannya kepada Andi Amran Sulaiman sebagai sosok yang tepat dan sangat dibutuhkan dalam menakhodai KKSS pada periode lima tahun ke depan serta membawa organisasi ini lebih berkarya dan banyak kemajuan.
Nama Komjen Fadil Imran
Sebelumnya, pengusaha asal Sulsel Jabal Nur menyebut nama Komjen Pol Muhammad Fadil Imran juga layak bertarung di Mubes KKSS. Ia dinilai memiliki kapasitas dan integritas untuk memimpin organisasi perantauan terbesar asal Sulawesi Selatan ini.
“Sulawesi Selatan adalah gudang tokoh, dan banyak yang layak memimpin KKSS. Namun, sosok seperti Pak Fadil Imran sangat pantas karena rekam jejaknya yang kuat, baik di kepolisian,” ujar Jabal Nur yang merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN).
Fadil Imran, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, dikenal sebagai tokoh asal Sulsel dengan karier cemerlang di institusi kepolisian. Ia juga merupakan keturunan Raja Gowa ke-IX, Daeng Matanre Karaeng Manguntungi Tumapa’risi’ Kallonna, yang menambah legitimasi kulturalnya.
Mubes KKSS XII tidak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan tetapi juga momentum untuk memperkuat peran KKSS dalam pemberdayaan ekonomi dan pendidikan warga perantauan.
Politisi Golkar Nasran Mone berharap agar tokoh Sulsel tidak dibenturkan antara satu dengan yang lainnya. “Pak Fadil Imran, Pak Tamsil Linrung, Pak Amran Sulaiman. Bertiga ini beliau akrab dan bersahabat, jangan dibentur-benturkan. Organisasi KKSS adalah paguyuban yang mengedepankan adat dan budaya, sipakalabbiri, sipangngaliki, sikamaseang. Jangan ada pemilihan, tapi aklamasi. Pak Amran Sulaiman saat sekarang lagi menyala kobarkan apinya agar bisa menjadi api obor PON yang dapat menerangi seantero nusantara,” kata pria yang pernah menjadi anggota DPRD Makassar ini. (rif)
