Site icon Berita Kota Makassar

Dikucur Rp700 Miliar, Bendungan Je’nelata Dikerja 24 Jam Tanpa Henti

MAKASSAR, BKM — Pembangunan proyek Bendungan Je’nelata yang ada di Kabupaten Gowa kini digenjot. Bahkan pengerjaannya berlangsung 24 jam sehari tanpa henti. Langkah tersebut dilakukan guna mengejar keterlambatan yang terjadi sebelumnya.

“Saat ini progres fisik baru sekitar 9,7 persen, tetapi itu sudah naik signifikan dari sebelumnya yang hanya 3,4 persen. Kontraktor bekerja maksimal, tiga shift per hari, tujuh hari seminggu, 24 jam sehari, untuk mengejar keterlambatan,” jelas Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Sulsel Suryadarma Hasyim usai rapat dengan Satgas Percepatan Investasi di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (6/5).

Menurut Suryadarma, pengerjaan saat ini masuk di tahap keempat, yakni pengerjaan sandaran penelungan, area pembuangan (disposal), aliran untuk river diversion (pengalihan aliran sungai), serta akses jalan menuju lokasi kerja.

“Di arah penelungan itu kita bisa pacu lagi percepatan pembangunan. Selanjutnya, setelah area konstruksi, akses, buangan, dan river distribution channel dibebaskan, kita akan bergerak ke area genangan dan greenbelt. Itu langkah-langkah yang kita siapkan,” jelasnya.

Adapun target penyelesaian Bendungan Je’nelata ini, kata Suryadarma, rampung pada 2028 mendatang. Sementara untuk target tahun ini selesai 20 persen.

“Rencana progres ke depan, 2025 sekitar 20 persen, 2026 mencapai 50-60 persen, 2027 bisa sampai 90 persen, dan 2028 mencapai 100 persen. Tapi kuncinya tetap di pembebasan lahan. Alhamdulillah, semua pihak sangat mendukung,” tandasnya.

Pembangunan Bendungan Je’nelata yang ada di Kabupaten Gowa terus dipercepat, sebab ada ketinggalan pengerjaan sebelumnya. Khusus tahun 2025 ini, anggaran yang dikucurkan sebesar Rp700 miliar untuk target 20 persen penyelesaian pembangunan fisik.

“Tahun ini dana sekitar Rp700 miliar dikucurkan untuk konstruksi fisik. Target penyelesaian fisik tetap 20 persen,” sebut Suryadarma.

Untuk anggaran keseluruhannya Rp4,1 triliun dengan dana pinjaman dari China yang target selesainya pada tahun 2028 mendatang.

Bendungan Jenelata ini terletak di Desa Tana Karaeng, Desa Pattallikang dan Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Memiliki kapasitas tampung 223,6 juta m3, bendungan ini akan mereduksi banjir di Makassar dari 1.800 m3/detik menjadi 686 m3/detik pada periode ulang 50 tahun.

Pembangunannya menggunakan konstruksi CFRD (Concrete Face Rock Dam), dengan inti tegak setinggi 62,8 meter.

Bendungan ini menjadi bendungan kedua di Indonesia yang dibangun atas pinjaman dana dari pemerintah China. Yang pertama ialah bendungan Jatigede yang berada di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Selain akan mereduksi banjir, bendungan ini juga bermanfaat untuk penyuplai kebutuhan air bagi 26.773 ha daerah irigasi dan meningkatkan intensitas tanam dari 276 persen menjadi 300 persen.

Juga akan menjadi penyedia air baku dengan kapasitas 6,08 m3/detik untuk SPAM Regional Mamminasata, memiliki potensi pembangkit listrik sebesar 7 MW, dan berpotensi sebagai destinasi wisata baru.

Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menyebut, sebanyak 22 persen lahan yang dibayarkan oleh pemerintah ke masyarakat untuk pembangunan Bendungan Jenelata.
Saat ini pihaknya terus berupaya untuk membebaskan lahan yang akan digunakan untuk membangun bendungan tersebut.

“Jadi untuk pembayaran lahan sebagaimana kita tahu sudah ada 22 persen dari bidang, sementara luas lahan kurang lebih hampir 10 persen. Alhamdulillah itu sudah berjalan baik. Dengan kehadiran Tim Satgas investasi ini betul-betul bermanfaat untuk mengawal proses-proses pembangunan proyek strategis nasional di Bendungan Je’nelata,” kata Darmawangsyah di Kantor Gubernur Sulsel.

Ia ingin pembangunan dan masalah yang ada di Je’nelata ini cepat terselesaikan, sehingga Pemkab dan juga masyarakat Gowa tidak terbebani.

“Untuk di Kabupaten Gowa Insyaallah, kami sementara rangkum segera menyurat ke balai untuk mempercepat sehingga tidak menjadi beban lagi bagi proyek strategis. Kita komitmennya di situ, untuk urusan Pemda Gowa kita usahakan percepat jadi tidak ada lagi persoalan ke depan,” jelas Darmawangsyah. (jun)

Exit mobile version