MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Hanura Kota Makassar, Muchlis Misbah, menegaskan pentingnya penguatan komitmen lintas sektor dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di daerah, termasuk perhatian serius terhadap infrastruktur serta kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan.
”Pendidikan yang berkualitas adalah fondasi strategis dalam membangun peradaban bangsa yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, kebijakan dan tekad bersama untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh, khususnya di Makassar,”ujar Muchlis, Selasa (6/5).
Sebagai Bendahara Fraksi Mulia DPRD Makassar Muchlis turut menekankan pentingnya kesetaraan akses pendidikan tanpa diskriminasi ekonomi maupun sosial.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah progresif Wali Kota Makassar yang menggagas program seragam sekolah gratis setiap tahun ajaran baru.
Muchlis turut menekankan pentingnya kesetaraan akses pendidikan tanpa diskriminasi ekonomi maupun sosial.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah progresif Wali Kota Makassar yang menggagas program seragam sekolah gratis setiap tahun ajaran baru.
”Setiap anak di Kota Makassar wajib memperoleh hak pendidikan yang layak. Tidak boleh ada yang tertinggal hanya karena ketimpangan ekonomi. Program seragam gratis adalah bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan, dan harus mendapat dukungan politik serta anggaran yang memadai,”tegas Anggota Komisi D yang membidangi pendidikan ini.
Muchlis juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga pembentukan moral dan etika peserta didik.
”Ilmu tanpa akhlak adalah kekosongan nilai. Pendidikan sejatinya harus membentuk manusia seutuhnya cerdas secara intelektual, kuat secara moral. Karena itu, pelaksanaan Perda Penyelenggaraan Pendidikan harus dikawal secara serius, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,”tuturnya. (ita/rif)
