SINJAI,BKM– Kabupaten Sinjai terus menunjukkan progres positif dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Hal ini terlihat dari capaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi yang melampaui target. Dari beban 3.600 hektar yang ditetapkan pemerintah pusat, realisasinya kini sudah mencapai 4.000 hektar atau 118 persen.
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi LTT yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Sinjai, Kamis (15/5/2025), di Aula Pertemuan Lantai 3 Kantor Gabungan OPD Sinjai.
Rakor ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas TPHP Sinjai, H. Kamaruddin. Turut hadir Ketua Kelompok Kerjasama dan Riset Pusat Pendidikan Pertanian Kementan RI, Dewi Darmayanti, serta sejumlah penyuluh pertanian dari kabupaten hingga desa.
“Hari ini kami melakukan koordinasi dengan Dinas TPHP dan beberapa unsur terkait untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto. Kita evaluasi capaian LTT bulan April, kemudian perkembangan LTT di bulan Mei ini serta langkah percepatan yang kita lakukan dalam menghadapi musim kemarau di bulan-bulan selanjutnya,” ungkap Dewi Darmayanti.
Dewi, yang juga penanggung jawab program LTT di Sinjai, mengaku bangga atas kinerja pemerintah daerah dan petani di Sinjai.
“Alhamdulillah di Sinjai ini realisasi LTT tanaman padi sudah melebihi target dari 3.600 hektar yang dibebankan oleh Pemerintah Pusat, kini realisasinya sudah mencapai 4.000 hektar atau persentasenya 118 persen. Ini capaian yang sangat bagus,” tandasnya.
Kepala Dinas TPHP Sinjai, H. Kamaruddin, menyambut baik apresiasi tersebut. Ia optimistis angka pertanaman padi bisa terus meningkat, bahkan menembus 10 ribu hektar di bulan Mei ini.
“Kondisi cuaca di Sinjai saat ini cukup menguntungkan dan puncak pertanaman padi memang di bulan Mei ini sehingga kami prediksi pertanaman padi bisa di atas 10 ribu hektar,” ujarnya.
Rakor ini juga dihadiri perwakilan Dinas PUPR Sinjai, Dandim 1424/Sinjai, serta unsur dari Kementerian Pertanian RI. Mereka turut memberi masukan dan strategi untuk menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan musim kemarau yang akan datang.
