Site icon Berita Kota Makassar

Husniah: Akses Fasilitas Bertaraf Internasional Makin Terbuka

GOWA, BKM — Satu lagi program pendidikan berskala internasional hadir di Kabupaten Gowa. Namanya madrasah riset. Kegiatan ini dimotori oleh South East Asia Academic Mobility (SEAAM) yang merupakan kegiatan kolaborasi pendidikan lintas negara
Pada Sabtu (17/5), madrasah riset ini berlokasi di Kecamatan Parangloe tepatnya di Ekowisata Butta Gowa Resort. Pada kegiatan riset ini diikuti 64 siswa Madrasah Aliyah di Sulsel dan menghadirkan dua pembicara internasional, yakni Dr Suyatno Ladiqi dari Universitas Sultan Zainal Abidin, Malaysia dan Prof Dr Peter John Wanner dari Tohoku University, Jepang.

Kehadiran dua kampus tersebut menambah panjang daftar mitra internasional Pemerintah Kabupaten Gowa. Perwakilan Tohoku University, Prof Peter John Wanner, mengatakan, kegiatan kali ini berfokus pada penguatan dasar riset, penggunaan bahasa asing dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) sebagai penunjang pendidikan.
”Dalam pendidikan, khususnya penelitian kami ingin memberikan perspektif bagaimana penggunaan AI bisa sangat membantu proses penelitian. Tentu saja dengan memperhatikan etika yang berlaku dalam penggunaan AI pada penelitian tersebut,” kata Wanner.

Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke, mengapresiasi dukungan dan komitmen Pemkab Gowa mempermudah SEAAM menjalin kemitraan baru.
”Ekosistem riset tak cukup dibangun oleh sekolah. Butuh ruang kolaborasi antar sektor. Hari ini Gowa sudah memberi contoh teladan. Tinggal kita perkuat lagi,” kata Ismail.
Sementara itu, Bupati Gowa, Husniah Talenrang yang hadir dalam kegiatan itu, memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya madrasah riset tersebut.
Dihadapan puluhan siswa-siswi Madrasah Aliyah yang hadir, Husniah mengatakan, kolaborasi lintas global seperti ini akan memberi dua dampak langsung. Pertama, akses siswa ke fasilitas riset (penelitian) bertaraf internasional makin terbuka. Kedua, reputasi Kabupaten Gowa sebagai daerah yang ramah penelitian ikut terangkat.

”Kami ingin anak‑anak Gowa merasakan atmosfer akademik internasional tanpa harus menunggu lulus perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, anak-anak kita akan bertemu mentor, menguji ide, menulis makalah, lalu mempresentasikannya di forum,” kata Husniah.
Bupati perempuan pertama di Gowa ini menilai forum madrasah riset tersebut sanggup menjadi katalis peningkatan kapasitas generasi muda. Sebab, dalam pertemuan ilmiah seperti ini pasti dapat menghasilkan pertukaran ide yang produktif.

”Peserta belajar langsung dari praktisi dan akademisi lintas negara, lalu mempraktikkan metode penelitian yang mutakhir,” tambah Husniah.
Karena itu, Husniah pun menyebutkan, pemerintah kabupaten memberikan dukungan penuh sebagai komitmen dalam pengembangan kualitas pendidikan.
Dia pun lalu mencontohkan upaya Pemkab Gowa dalam peningkatan kualitas pendidikan yakni dilakukannya kerjasama dengan Yayasan Putera Sampoerna Foundation. Dimana, dalan program ini, Pemkab Gowa memberikan beasiswa pada seorang siswa SMAN 1 Gowa yang lolos seleksi untuk program Gowa Caradde’.

Husniah yakin dalam kegiatan madrasah riset ini, tidak menutup kemungkinan akan terjalin kerjasama, utamanya dalam pengembangan pendidikan riset bersama kampus-kampus luar negeri.
”Upaya ini pemerintah lakukan untuk memastikan putra‑putri Gowa memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan bahkan hingga ke luar negeri. Semoga kerjasama ini dapat berlanjut menjadi ikatan jangka panjang untuk memudahkan akses pendidikan bagi anak didik dimasa mendatang,” tandas Husniah yang hadir bersama Kepala Kantor Kemenag Gowa, Jamaris A Halik, Kadis Pendidikan Gowa, Taufiq Mursad, serta Camat Parangloe, Muh Basir.
Dikatakan bupati Gowa ke 11 ini, Gowa adalah salah satu kabupaten pendidikan di Sulawesi Selatan. Dan Husniah ingin pendidikan dapat lebih mudah di akses semua kalangan. (sar)

Exit mobile version