MAKASSAR, BKM — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) bersama seluruh Polres jajarannya terus meningkatkan intensitas patroli kewilayahan sebagai bagian dari komitmen dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2025 yang digelar Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel.
”Dalam operasi ini, kami berhasil mengungkap 83 kasus dari 120 Target Operasi (TO) yang telah ditetapkan. Selain itu, juga terungkap 252 kasus Non-TO, menunjukkan efektivitas dari operasi yang dilakukan,” ujar Kombes Didik.
Dalam pelaksanaan Operasi Pekat tersebut, kepolisian menindak tegas berbagai bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Di antaranya, tindakan premanisme dan kepemilikan senjata tajam (sajam) menjadi sorotan, dengan 59 kasus berhasil diungkap dan 87 tersangka diamankan.
Adapun barang bukti yang disita meliputi 22 buah senjata tajam seperti badik, busur, dan ketapel, 10 unit handphone atau gawai, serta 3 unit kendaraan roda dua.
Selain itu, berbagai tindak pidana lain juga berhasil terungkap. Di antaranya 5 kasus pencabulan, 8 kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), 26 kasus perjudian, 22 kasus pencurian, 234 kasus minuman keras (miras), 4 kasus penipuan, 19 kasus prostitusi, 1 kasus pencurian ternak (curnak), 7 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 2 kasus pelecehan, serta 1 kasus perlindungan anak. (yus)

