MAKASSAR, BKM–Legislator Partai Demokrat DPRD Kota Makassar Ray Suryadi Arsyad mengungkapkan bila banjir yang saban musim menghantui warga Antang, Kecamatan Manggala, kini sedang dihadapkan pada dua solusi strategis dari sang nakhoda Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Langkah ini tak hanya memantik harapan warga, tapi juga mendapat lampu hijau dari DPRD Kota Makassar.
Ray menyebut inisiatif Wali Kota sebagai terobosan penting yang tak sekadar teknis, tapi juga menyentuh aspek kemanusiaan. “Program ini bukan cuma urusan infrastruktur, tapi soal menyelamatkan kehidupan. Ini solusi nyata,”tegasnya, Kamis (22/5).
Namun, Ray mengingatkan agar solusi tak jadi bumerang bagi warga. Jika relokasi menjadi pilihan, maka kompensasi dan lokasi pengganti harus memperhatikan keberlanjutan hidup warga. “Kalau digusur, jangan asal pindah. Harus lebih baik, dan jangan sampai jauh dari tempat cari nafkah,” tandasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan fasilitas publik di lokasi baru, termasuk akses ke sekolah dan transportasi. “Kalau warga biasa, harus dekat dengan tempat kerjanya. Pegawai mungkin bisa lebih fleksibel, tapi tetap, jangan asal geser,”ujar Ray yang juga Ketua Fraksi Mulia DPRD Makassar.
Dua opsi yang dikaji Appi ini masih dirahasiakan secara teknis, namun dari narasi yang berkembang, satu di antaranya melibatkan pembangunan infrastruktur penahan banjir, dan lainnya menyentuh aspek sosial, seperti relokasi penduduk dari zona rawan.
Apapun pilihannya nanti, publik menanti langkah konkret, bukan sekadar wacana di atas meja. Bagi warga Antang, solusi dari pemerintah adalah pertaruhan antara bertahan hidup atau terus terjebak dalam siklus banjir tahunan.(ita/rif)

