INOVASI di dunia kopi jalanan makin berkembang. Salah satu yang tengah mencuri perhatian pecinta kopi di Makassar adalah kehadiran KopiGo.
Sebuah usaha kopi keliling yang menawarkan cita rasa khas dari gerobak sederhana.
DI balik cangkir-cangkir kopi yang dinikmati pelanggan, ada sosok barista mobile yang setia menyajikan racikan kopi terbaiknya. Sebut saja Egi, seorang wanita yang telah lima bulan menekuni profesi ini.
“KopiGo itu artinya Kopi dan Gerobak Keliling. Nah, untuk saya sendiri Alhamdulillah sudah berjalan lima bulan menjadi mobile barista,” ungkap Egi saat ditemui di salah satu titik jualan KopiGo.
Keputusan Egi untuk bergabung dengan KopiGo bukan tanpa alasan. Selain karena kecintaannya terhadap kopi, lingkungan kerja yang nyaman juga menjadi daya tarik tersendiri.
“Alasannya bergabung karena merasa nyaman dengan orang-orang yang ada di KopiGo, apalagi saya juga penikmat secangkir kopi,” katanya.
Menyoal varian yang ditawarkan, Egi menyebutkan bahwa KopiGo menyajikan beragam menu, mulai dari kopi pandan, kopi susu, hingga kopi kekinian dengan rasa unik. Namun, dari sekian banyak pilihan, dua varian menjadi primadona di antara para pelanggan. “Menurut saya, kopi yang paling enak dan paling laku itu kopi aren dan karamel,” ucapnya.
Tidak hanya soal rasa, Egi mengaku kerap menerima pujian dari para pelanggan yang merasa puas dengan racikan kopinya. Menurutnya, banyak pelanggan yang menganggap kopi buatannya berbeda dari kebanyakan, bahkan ada yang menyebut rasanya bikin ketagihan.
“Selama lima bulan bekerja banyak customer yang senang karena katanya kopinya itu enak dan beda dari yang lain. Menurut customer, kopinya kerasa di lidah, jadi bikin candu dan mau terus,” jelas Egi dengan senyum.
Sebagai barista keliling, Egi beroperasi dari pagi hingga malam, menyusuri jalanan dan sudut kota Makassar dengan gerobak kopi yang menjadi sumber penghidupannya. Ia merasa bersyukur karena pekerjaan ini tidak hanya memberinya penghasilan, tetapi juga kebahagiaan.
“Sangat senang sih, Kak, karena pekerjaannya kan ringan, nggak ribet dan praktis. Terus saya jualan itu mulai pukul sembilan pagi sampai jam delapan malam,” imbuhnya.
Kehadiran KopiGo mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk Nisa, seorang pelanggan setia yang mengaku baru mengenal KopiGo beberapa bulan terakhir. Ia terpikat oleh kualitas rasa dan harga yang terjangkau.
“Baru beberapa bulan yang lalu sih saya suka beli. Karena harganya itu murah tapi kualitas kopinya itu the best sih. Terus susunya itu terasa banget sih. Jadi dengan harga sepuluh ribu ini sangat recommend sih,” tutur Nisa.
KopiGo menjadi bukti bahwa kelezatan kopi tidak harus datang dari kedai mewah. Dengan semangat dan racikan rasa yang pas, secangkir kopi dari gerobak keliling pun bisa menjadi favorit dan membekas di lidah para penikmatnya.
Dalam perjalanan lima bulan ini, KopiGo terus menebar aroma dan kehangatan, menyapa warga kota dengan secangkir kebahagiaan di tangan. (jar)
