MAKASSAR, BKM–Komisioner badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan Saiful Jihad mengemukakan bila rekapitulasi hasil pemungutan suara ulang (PSU) pada kontestasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwali) Palopo akan digelar serentak di tingkat kecamatan Senin (26/5) hari ini.
“Beberapa catatan kejadian saat pemungutan suara tetap menjadi atensi. Jika ada dugaan pelanggaran dalam proses penghitungan, tetap akan diproses, sehingga proses PSU di Palopo, tidak hanya sukses dan lancar pelaksanaan, tetap kualitas dan integritas tetap terkawal,”ujar Saiful Jihad, Minggu (25/5).
Menurutnya, pihak Bawaslu dan penyelenggara lain tetap tongkrongi rekapitulasi dan siapapun yang dinyatakan memperoleh suara terbanyak versi KPU maka akan ditetapkan sebagai pemenang.
“Bawaslu masih memiliki tanggungjawab untuk memastikan semua proses yang berjalan terawasi, jika ada dugaan pelanggaran, apakah administrasi, pidana maupun etik dalam proses penyelenggaraan PSU tertangani sesuai prosedur dan mekanisme, sehingga kualitas pelaksanaan PSU, tidak hanya menghasilkan putusan Paslon yang menang, tetapi juga dapat diterima dan dipercaya oleh publik”ucapnya.
Bawaslu tidak berhenti pada tahap pemungutan suara saja, tetapi terus berlanjut hingga proses rekapitulasi dan penetapan hasil akhir.
Bawaslu, kata Saiful, tidak akan tinggal diam apabila ditemukan dugaan pelanggaran selama proses penghitungan suara.
“Jika ada dugaan pelanggaran dalam proses penghitungan, tetap akan diproses. PSU di Palopo tidak hanya harus sukses dan lancar dalam pelaksanaan, tetapi juga harus memastikan kualitas dan integritasnya tetap terjaga,” tegasnya.
Saiful menekankan bahwa Bawaslu memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan seluruh tahapan PSU terawasi dengan baik, mulai dari dugaan pelanggaran administratif, pidana, hingga etik.
“Hasil pasti kita tunggu dari rekapitulasi berjenjang di KPU. Siapa pun yang nantinya dinyatakan memperoleh suara terbanyak versi KPU, maka itulah yang akan ditetapkan sebagai pemenang,”ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan PSU tidak hanya diukur dari penyelenggaraan teknis semata, tetapi juga dari sejauh mana publik menerima dan mempercayai hasilnya.
Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan prosedural, Bawaslu berkomitmen menjaga marwah demokrasi lokal di Palopo agar tetap jujur, adil, dan berintegritas. (jun/rif)
Hutung Cepat SSI, Naili-Ome Unggul 49 Persen
HASIL hitung cepat pemungutan suara ulang (PSU) pada kontestasi pemilihan wali kota dan wakil wlai kota (Pilwali) Palopo menunjukkan pasangan calon (Paslon) Naili Trisal-Akhmad Syarifuddin alias Ome unggul dibanding tiga kontestan lain.
PSU Pilwali Palopo digelar Sabtu (24/5) menghasilkan Paslon Naili-Ome unggul 49,55 persen berdasarkan hasil hitung cepat lembaga Script Survei Indonesia (SSI).
Berdasarkan hasil hitung cepat SSI, Naili-Ome unggul dengan jumlah suara yang masuk sebanyak 86,5 persen.
“Quick count SSI, Naili-Ome menang di seluruh kecamatan (9 kecamatan) dan 49 kelurahan,” kata Direktur SSI, Yuhardin, Sabtu (24/5) malam.
Dalam hitung cepat SSI PSU Palopo, peraih suara kedua terbanyak sementara adalah pasangan Farid Kasim Judas-Nurhaenih atau FKJ-Nur.
Usungan Partai Nasdem dan Hanura itu untuk sementara meraup 38,12 persen suara, kemudian Rahmat Masri Bandaso-Andi Tenri Karta (RMB-Atika) 11,83 persen dan Putri Dakka-Haidir Basir 0,5 persen.
Yuhardin menegaskan data tersebut bersumber dari 150 TPS PSU Palopo dari jumlah 260 TPS. Untuk partisipasi pemilih, SSI mencatat sebesar 70,9 persen.
“Quick Count bukan hasil resmi hanya merupakan gambaran, hasil resmi tetap menunggu perhitungan KPU secara berjenjang,” tandas Yuhardin.
Sejumlah tokoh turun langsung memantau jalannya PSU di Kota Palopo diantaranya Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja yang menyebutkan bahwa pihaknya telah mengantisipasi terjadinya pengerahan massa sebelum PSU di Kota Palopo digelar.
PSU ini merupakan tindaklanjut dari hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada 2024. Antisipasi pengerahan massa tersebut dijelaskan Bagja, telah dilakukan tim patroli pengawasan bersama aparat keamanan.
“Ada beberapa pergerakan massa yang memang pada saat Jumat malam kemarin sudah berhasil dicegah. Itu dicegah untuk kemudian membubarkan diri sebelum nanti masuk ke hari pencoblosan,” kata Bagja usai memantau pelaksanaan PSU di Kota Palopo, Sulsel, Sabtu (24/5).
Hal ini dijelaskan Bagja, juga sebagai langkah antisipasi akan terjadinya praktik politik uang saat pelaksanaan PSU berjalan. (jun/rif)
