MAKASSAR, BKM — Seorang penjabat ketua RW di Makassar meninggal mendaak ketika tengah mengikuti kegiatan Dialog Kerukunan Umat yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Sabtu (24/4) di Hotel Karebosi Condotel. Lelaki bernama Ahmad Batu itu dipercaya sebagai Pj RW 04 Kelurahan Mallimongan, Kecamatan Wajo.
Video yang memperlihatkan detik-detik Pj RW itu tersungkur ketika tengah berbicara di depan publik viral di media sosial. Berdurasi satu menit sembilan detik, video tersebut menampilkan almarhum yang juga berprofesi sebagai driver ojek online (ojol) bertanya terkait keresahannya jika membawa barang penumpang yang dikhawatirkan merupakan benda terlarang jenis narkoba.
“Kami ingin pertanyakan, karena posisi saya seorang driver salah satu aplikator. Tentu kami, dalam hal ini dalam menjemput barang itu, tidak tertutup kemungkinan ada sesuatu hal yang kami temukan. Yang barangkali bisa memberatkan kami sebagai seorang driver, dikhawatirkan kalau kami dituduh sebagai seorang pengedar karena barang bukti yang ada. Yang ingin kami pertanyakan adalah posisi hukum kami sebagai seorang driver kalau kami dalam posisi ini,” begitu pertanyaan yang disampaikan Ahmad Batu dalam dialog tersebut.
Sebenarnya, dia ingin melanjutkan ke pertanyaan yang kedua. Namun belum sempat mengutarakannya, almarhum sudah merasa perasaannya tidak enak. Pria kelahiran Soppeng, 24 Oktober 1967 itu pun tetiba tersungkur. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, yakni RS Akademis. Namun Tuhan berkehendak lain. Nyawa Ahmad tak bisa tertolong.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar Andi Bukti Djufri saat dikonfirmasi BKM, Minggu (25/5), membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, saat kejadian berlangsung, almarhum saat itu sementara mengikuti kegiatan yang digelar Badan Kesbangpol.
“Jadi saat itu dibuka diskusi atau dialog. Almarhum pun bertanya. Tiba-tiba, belum pertanyaan kedua dia oleng dan langsung jatuh,” beber Andi Bukti.
Dia melanjutkan, beberapa peserta diskusi berusaha memberikan pertolongan pertama kepada almarhum dan segera melarikannya ke Rumah Sakit Akademis yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Hotel Karebosi Condotel. Namun sayang, setelah tiba di rumah sakit, nyawa almarhum tidak bisa tertolong.
“Informasinya, almarhum terkena serangan jantung. Kami turut belasungkawa atas meninggalnya almarhum. Semoga keluarga diberi ketabahan, almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Alla,” tambah Andi Bukti.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Wajo Nimrod Sembe juga membenarkan peristiwa itu. “Iya, laporan kejadiannya seperti itu. Ada Pj RW di (Kecamatan) Wajo meninggal saat ikut kegiatan. Namun kebetulan saya tidak berada di lokasi. Tidak ikut di kegiatan tersebut,” ungkap Nimrod saat dihubungi, kemarin.
Dia mengatakan, dari laporan yang diterimanya, almarhum memang punya riwayat penyakit tekanan darah tinggi yang berpengaruh terhadap jantung.
Nimrod pun mengaku merasa sangat kehilangan aparat RW. Apalagi dalam situasi saat ini, di mana proses dan tahapan pemilihan ketua RT/RW sudah mulai dipersiapkan.
“Kami turut berduka atas kejadian tersebut. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” imbuh Nimrod.
Selanjutnya, kata dia, pihaknya menunggu usulan dari kelurahan untuk menunjuk pengganti almarhum. “Itu kan berproses. Kita tunggu saja usulan dari kelurahan,” tandas Nimrod. (rhm)
