SEBAGAI mahasiswa jurusan manajemen, kami belajar bahwa efisiensi anggaran adalah keputusan strategis. Termasuk dalam dunia pendidikan. Banyak fakultas atau prodi yang masih mengalokasikan anggaran besar untuk kegiatan formalitas, sementara fasilitas belajar dan program peningkatan kompetensi mahasiswa justru kurang diperhatikan.
Anggaran sebaiknya lebih difokuskan pada hal-hal yang benar-benar mendukung proses belajar, seperti pelatihan keterampilan, pengembangan digitalisasi pembelajaran, dan kerjasama industri. Dengan pengelolaan yang tepat, efesiensi bukan berarti pemangkasan asal-asalan, tapi memastikan setiap pengeluaran membawa dampak nyata bagi kualitas pendidikan mahasiswa.
(*)
