GOWA, BKM — Senin pagi (26/5), Bupati Gowa, Husniah Talenrang bersama Wabup Gowa, Darmawangsyah Muin, memaparkan evaluasi hasil 100 hari kerja Program Gowa Bersama di Baruga Karaeng Galesong kantor Pemkab Gowa.
Paparan hasil evaluasi tersebut, dipandu Sekretaris Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter dan dihadiri Forkopimda, anggota DPRD Gowa, Kakan Kemenag Gowa, Jamaris A Halik serta para pimpinan SKPD, sejumlah pengembang, para media.
Program 100 hari kerja adalah program yang singkat. Namun menurut Bupati Gowa Husniah Talenrang, program ini akan berlanjut terus meski selesai dievaluasi tepat di hari ke-100 di awal kerja yang dilakukannya bersama Wabup Darmawangsyah Muin.
Husniah mengatakan, dia bersama Wabup Gowa sebagai pemerintah baru di Kabupaten Gowa akan komitmen melaksanakan Program Gowa Bersama yang didalamnya ada lima item kegiatan penting yakni Gowa Bersih (Annangkasi), Gowa Cerdas (Caradde’), Gowa Sejahtera (Masunggu), Gowa Sehat (Salewangang) dan Gowa Aman (Masannang).
Pada program Gowa Bersih, pelaksanaan kebersihan berjalan lancar dan teratur. Semua perkantoran pemerintah, sekolah, tempat ibadah, rumah adat, pedestrian, sarana pelayanan kesehatan, poros jalan utama, fasilitas umum dan lingkungan tempat tinggal masyarakat tak luput dari aksi bersih dengan melibatkan seluruh pegawai bersinergi dengan masyarakat dengan dilandasi gotong royong.
Capaian kinerja dari program tersebut berhasil membersihkan 24 titik timbulan sampah dari target 28 titik dengan realisasi 85,71 persen. Termasuk bantuan penyediaan 40 tempat sampah dan 79 bank sampah dengan realisasi masing-masing 100 persen.
Di Program Gowa Cerdas, memberlakukan siswa untuk membaca AlQur’an sebelum memulai proses belajar mengajar, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA. Dengan implementasi ‘Ayo Mengaji’ ini tidak hanya mendorong peningkatan kualitas pendidikan, tapi juga pada pembentukan karakter anak secara spiritual.
Dalam implementasi kinerja program 100 hari kerja tersebut dilaksanakan di 883 sekolah yang terdiri dari 340 sekolah PAUD (10.748 murid), 423 SD (76.428 murid) dan 120 SMP (28.425 siswa).
Pada Program Gowa Sejahtera (Masunggu), Pemkab melakukan upaya pengurangan kantong kemiskinan ekstrem dengan menyediakan atau menata rumah dari keluarga miskin ekstrem (KME) yang layak huni. Itervensi dari Program Gowa Masunggu ini adalah bagaimana mencegah keluarga miskin menjadi keluarga miskin ekstrem, dan keluarga miskin ekstrem yang tidak dapat keluar dari kondisi kemiskinan ekstremnya. Hal ini dilakukan para OTA (orang tua asuh) melalui pendampingan dan pembinaan keluarga.
Dari kinerja tersebut pemerintah daerah berhasil melaksanakan intervensi dengan presentasi 100 persen dan berpotensi mengeluarkan 357 keluarga dari kemiskinan ekstrem.
Bentuk intervensi yang dilakukan para OTA yakni bantuan pangan kepada 357 KK, bantuan kesehatan ke 347 KK, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 28 KK dari 33 KK target serta bantuan Adminduk kepada 31 KK.
Selanjutnya, pada upaya lainnya juga diberikan bantuan bedah rumah sendiri kepada 13 rumah dari 112 target rumah dari (KME). Bantuan perbaikan rumah layak huni kepada 36 rumah dari 68 target rumah yang tersebar. Termasuk pula memberikan bantuan pemasangan listrik gratis di dua rumah KME.
Pada Gowa Sehat (Salewangang), gagasan program ini menitikberatkan terhadap peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar secara merata dan tanpa biaya dengan memberikan pemeriksaan kesehatan dasar gratis (PKDG).
Realisasi kinerja pada program tersebut antara lain, 26 Puskesmas di Kabupaten Gowa berhasil memfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis pada kelompok prioritas. Kemudian sebanyak 27.528 jiwa yang telah mendapatkan pemeriksaan gratis di Puskesmas dari 29.704 target jiwa atau dengan realisasi 92,67 persen.
Terdapat 35.507 lansia yang telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis dari 28.216 target lansia atau dengan realisasi kinerja 125,84 persen. Dalam program ini juga berhasil memberikan bantuan kepada keluarga beresiko stunting sebanyak 2.582 keluarga dari 2.552 target keluarga atau 101,17 persen.
Sedangkan pada implementasi Program Gowa Aman (Masannang) diwujudkan dengan kolaborasi bersama antara Pemerintah Kabupaten, Kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, hingga pemuda dan pelibatan langsung masyarakat umum.
Gowa Masannang ini juga mendorong turunnya angka kerawanan atau kriminalitas di wilayah Kabupaten Gowa. Kabupaten Gowa berhasil menekan tindak kejahatan dalam hal ini angka kriminalitas yang ada. Pada periode Januari hingga Februari 2025 terdata 298 kasus yang dicatat Polres Gowa, sementara di periode Maret dan April 2025 kasus yang tercatat hanya 242 kasus.
Pada kesempatan itu, Bupati Husniah mengatakan, dirinya sebagai pemerintah ingin melihat Gowa semakin baik. Arah pembangunan Kabupaten Gowa dalam kepemimpinan Bupati Gowa Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin (Hati Damai) menitikberatkan pada upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera, masyarakat cerdas, masyarakat yang sehat dengan didukung kondisi lingkungan yang bersih dan aman.
Terwujudnya kondisi tersebut didorong melalui langkah intervensi yang bersifat prioritas yang dikemas dalam Program Gowa Bersama (Bersih, Cerdas, Sehat, Sejahtera, dan Aman). Program ini pun menjadi program prioritas yang didorong dalam kepemimpinan Hati Damai di masa 100 hari kerjanya.
”Program pembangunan yang dijalankan dalam kepemimpinan Hati Damai memiliki semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun daerah yang lebih maju. Terimakasih kepada semua jajaran pemerintah, Forkopimda, seluruh unsur pemerintah dan elemen masyarakat yang telah berpartisipasi melaksanakan program Gowa Bersama dalam 100 hari kerja Hati Damai (Husniah Talenrang – Darmawangsyah Muin),” kata Husniah. (sar)
