MAKASSAR, BKM–Dukungan politik untuk Ketua Golkar Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi terus mengalir deras menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel.
Tak hanya sekadar formalitas, mesin partai di Kota Makassar kini bergerak aktif menjajaki aliansi ke berbagai daerah untuk memastikan Appi melangkah mantap menuju kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Appi, yang kini menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar, disebut sebagai salah satu figur kuat yang mampu membawa Golkar kembali ke jalur kemenangan di Sulawesi Selatan. Konsolidasi demi konsolidasi digelar. Komunikasi lintas kabupaten terus dijalin. Bahkan, dukungan politik dari akar rumput hingga level pengurus kecamatan disebut sudah solid.
Sekretaris DPD II Golkar Makassar, Andi Suharmika, menegaskan bahwa proses penjajakan dengan sejumlah DPD II di kabupaten/kota lain telah berlangsung intens. “Kami tak hanya diam di kandang. Komunikasi ke daerah lain terus kami lakukan untuk memperluas basis dukungan. Appi bukan hanya milik Makassar, tapi figur untuk seluruh Golkar Sulsel,” ungkapnya, Selasa (27/5).
Semangat yang sama digaungkan Ketua Harian DPD II Golkar Makassar, Ismail. Ia menegaskan, tak ada keraguan dari seluruh jajaran pengurus kecamatan se-Kota Makassar dalam mendorong Appi naik ke level provinsi.
“Seluruh pimpinan kecamatan di Golkar Makassar sudah satu suara. Pak Appi layak memimpin Golkar Sulsel. Ini bukan hanya dukungan struktural, tapi lahir dari keyakinan atas kinerjanya selama lima tahun terakhir,”bebernya.
Tak bisa dimungkiri, di bawah komando Appi, Partai Golkar Makassar mencatatkan kemajuan berarti. Jumlah kursi di DPRD meningkat, suara partai menguat, dan jaringan kader terus berkembang.
“Appi bukan sekadar simbol elektabilitas, tapi arsitek kebangkitan Golkar di Makassar. Kini waktunya memperluas pengaruh ke tingkat provinsi,” katanya.
Meski jadwal Musda belum diumumkan secara resmi, dinamika politik internal Partai Golkar sudah mulai menghangat. Nama-nama kandidat bermunculan, namun dari Makassar, hanya satu nama yang digemakan Munafri Arifuddin.
Partai berlambang pohon beringin itu kini bersiap menghadapi pertarungan besar menuju Pemilu 2029 dan bagi Golkar Makassar, menjadikan Appi sebagai nakhoda Golkar Sulsel adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk merebut kembali kejayaan.
“Target kami jelas kursi Ketua DPRD Sulsel kembali ke tangan Golkar dan Pak Appi punya peta jalan ke sana,” tuturnya. (Ita/rif)
Peluang Aklamasi Untuk Appi Tetap Terbuka
JADWAL Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan belum jelas.
Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulsel, Andi Marzuki Wadeng mengatakan, mekanisme penjadwalan Musda sepenuhnya menjadi kewenangan DPP Golkar. Hal itu, kata Marzuki, sesuai dengan Petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk teknis (Juknis) berlaku di internal partai, belum ada kepastian, kapan Musda Golkar Sulsel digelar.
“Di Juklak dan Juknis disebutkan, pelaksanaan Musda itu waktunya ditetapkan oleh DPP. Nanti setelah ada waktunya dari DPP, baru dibuatkan panitia pelaksananya,”katanya, Selasa (27/5).
Untuk proses penjadwalan Musda sendiri, kata Marzuki, dilakukan bertahap. DPP Golkar prioritaskan beberapa wilayah di Pulau Jawa serta Bali dan Banten dalam gelombang pertama. “Mungkin tahap pertama ada sepuluh daerah dulu, baru berikutnya siapa lagi, baru keluar jadwal lainnya,”ungkapnya.
Karena belum ada penetapan jadwal, panitia pelaksana untuk Musda Sulsel pun belum terbentuk.
Namun Marzuki memastikan telah persiapkan sejumlah materi administratif dan teknis sambil menunggu kepastian pusat.
“Kalau sudah ada tim dari DPP dan sudah ditentukan jadwalnya, saya kira kita langsung bentuk panitianya. Tapi walaupun panitia belum terbentuk, semua materinya sementara sudah disiapkan,”jelasnya.
Salah satu manuver politik menyita perhatian publik adalah langkah Appi mengumpulkan ketua tingkat kabupaten/kota di Hotel Novotel Makassar, Jalan Chairil Anwar, Sabtu (24/5) malam.
Sumber diinternal Golkar menyebut langkah Appi mengundang para ketua DPD II salah satu untuk memuluskan langkahnya terpilih secara aklamasi. Dari Musda sebelumnya, hampir semua ketua Golkar di Sulsel terpilih secara aklamasi.
Pada pertemuan bersama Appi, hadir Ketua Golkar Soppeng Andi Kaswadi , Ketua Golkar Jeneponto Iksan Iskandar, Ketua DPD II Golkar Maros Suhartina Bohari, dan Ketua Golkar Wajo Baso Rahmanuddin.
Juga hadir Ketua Golkar Takalar Zulkarnain Arief, Ketua Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara, Ketua Golkar Bulukumba Nirwan Arifuddin, dan Ketua Golkar Gowa Ambas Syam.
Beberapa Ketua DPD II berhalangan hadir mengutus perwakilannya yakni Ketua Golkar Enrekang Muh Irpan mengutus sekretarisnya, Idris Sadik, Ketua Golkar Luwu Utara Indah Putri Indriani mengutus sekretarisnya, Amrillah To Dewi, Ketua Golkar Sinjai Andi Kartini Ottong mengutus sekretarisnya, Muhammad Suyuti, Usman Marham mengutus Sekretaris Golkar Pinrang, Syamsuri. Ketua Golkar Luwu, Patahudding, mengutus sekretarisnya, Husby Tory, Ketua Golkar Sidrap, Zulkifli Zain, mengutus sekretarisnya, Ahmad Shalihin Halim, sementara itu, Sekretaris Golkar Luwu Timur, Andi Rio Pattiwiri, diutus Ketua Golkar Lutim, Aripin.
Appi membenarkan adanya pertemuan itu. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai ajang silaturahmi yang penuh semangat dan energi kebersamaan.
“Kami berdiskusi tentang Musda 2025, bukan hanya sebagai agenda organisasi, tapi sebagai momentum membangun arah baru Partai Golkar yang lebih solid, responsif, dan hadir di tengah masyarakat,” kata Appi.
Ia juga menegaskan bahwa pertemuan itu bukan sekadar konsolidasi politik, melainkan bentuk keseriusannya menjajaki kepemimpinan DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2025-2030.
“Dari pertemuan ini, saya makin yakin bahwa masa depan Golkar ditentukan oleh ketulusan, keberanian berbenah, dan semangat kolektif,” tambahnya. (jun/rif)
